KAMIS , 19 JULI 2018

Kadis Pendidikan Anjurkan Semua Sekolah Wajib Berbahasa Daerah

Reporter:

Editor:

hur

Rabu , 17 Februari 2016 16:59

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Peringatan hari bahasa daerah yang ditetapkan organisasi besar dunia, United Nation Education Scientific and Cultural Organization (UNESCO) yang diperingati setiap tanggal 21 Februari setiap tahunnya mendapat respon positif dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Parepare agar semua sekolah dianjurkan menggunakan bahasa daerah sebagai bentuk pelestarian bahasa daerah sebagai kebanggaan dan kekayaan budaya daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Parepare, H Anwar Saad, Rabu, (17/2), mengatakan peran bahasa daerah sebagai identitas dan kekayaan bangsa harus ditumbuhkan dan dipelihara, termasuk di bangku pendidikan. Oleh karena itu, ia sangat mengapresiasi dan bahkan menganjurkan semua sekolah untuk menerapkan sehari berbasa daerah di lingkungan sekolah, minimal pada hari peringatan bahasa daerah sedunia yang diperingati pada tanggal 21 Februari.

“Walau bahasa daerah bukan jembatan untuk berhubungan di tingkat internasional tetapi bahasa daerah sebagai kebanggaan daerah yang harus dilestarikan, salah satunya dengan menerapkan sehari berbahasa daerah. Olehnya itu saya menganjurkan semua sekolah berbahasa daerah untuk memperingati hari bahasa daerah sedunia ini,” harapnya.

Terkait dengan tanggal peringatan hari bahasa daerah, 21 Februari bertepatan dengan hari Minggu (libur sekolah), pihak sekolah bisa menerapkan sehari berbahasa daerah, baik sebelum hari peringatannya, maupun sesudahnya.

Ditanya tentang upaya pelestarian bahasa daerah yang dapat dijadikan sebagai rangkaian pelaksanaan HUT Parepare yang diperingati hampir bersamaan dengan peringatan hari bahasa daerah, mantan Kepala BKDD Kota Parepare ini memperlihatkan dukungannya yang sangat tinggi, dirinya berjanji untuk membahas persoalan ini ke dalam rapat-rapat tingkat kota untuk menjadikan bahasa daerah sebagai salah satu rangkaian HUT Parepare di tahun-tahun yang akan datang.

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Parepare, Hj. Sry Enyludfiah, telah melahirkan kebijakan baru dengan mewajibkan semua warga SMPN 2 menggunakan bahasa daerah pada hari Sabtu, 20 Februari mendatang. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan salah satu upaya untuk melestarikan dan menanamkan kecintaan siswa terhadap bahasa daerah yang menjadi identitasnya.

“Semua siswa, guru dan warga di sekolah diwajibkan berbahasa daerah pada hari Sabtu, 20 Februari,” ujar Sri saat menginformasikan beberapa pengumuman di sela-sela jam pengembangan diri di lapangan SMPN 2 Parepare, Sabtu (13/2). Bahkan srikandi pemilik nama sapaan Sry ini juga membeberkan kebijakan baru jika setiap hari Sabtu dijadikan sebagai hari pelestarian bahasa daerah. “Kita tetapkan setiap hari Sabtu semua siswa dan guru menggunakan bahasa daerah di sekolah, kita upayakan secara bertahap sehingga menjadi pola pembiasaan ” ungkapnya.

Peraih juara umum berkali-kali dalam olimpiade bahasa Inggris SMAELI di SMAN 5 Unggulan ini menunjukkan perhatiannya terhadap pelestarian bahasa daerah. Pada peringatan acara tersebut, berbagai acara bernuansa bahasa daerah akan digelar, seperti stand up comedy Bugis, puisi Bugis berbalas-balasan (elong sibali-bali), permainan rakyat, lawakan, pementasan tari tradisional, pementasan keahlian membaca dan menulis Lontara. Keseluruhan penampilan tersebut dibawakan siswa SMPN 2 yang tergabung dalam Komunitas Gerakan Pelajar Pecinta Bahasa Daerah. Selain itu, peringatan bahasa daerah yang diselenggarakan Sabtu, 20 Februari mendatang kerjasama dengan program Paccarita Pare TV yang bakal hadir kedua kalinya untuk menghipnotis perhatian siswa-siswi SMPN 2 Parepare.


div>