SELASA , 23 OKTOBER 2018

Kadis Perhubungan Selayar Diciduk Polisi

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 05 Desember 2016 10:31
Kadis Perhubungan Selayar Diciduk Polisi

int

Selayar, RakyatSulsel.com – Kepala Dinas Perhubungan Kepulauan Selayar, Andi Abdulrahman bersama stafnya Andi Askar diciduk oleh Tim Reserse Mobile Polres Selayar lantaran diduga telah melakukan penganiayaan terhadap ketiga anggota penjaganya di Terminal Pemberangkatan Bandara Aroepala, Kabupaten Kepulauan Selayar, Minggu (4/12) sekiranya pukul 09.50 wita.

Diketahui sebelumnya, Terminal Pemberangkatan Penumpang Bandara Aroepala, Kabupaten Selayar mempunyai sebuah aturan ketentuan penumpang dan pengantar bahwa yang tidak memperlihatkan atau tidak memilik Pas Bandara atau tiket tidak bisa memasuki Area Check in.

Pihak Kadis Perhubungan bersama stafnya diduga telah melanggar aturan itu sehingga melakukan tindak pidana dengan menganiayaan ketiga petugas terminal.

Ketiga petugas Terminal Pemberangkatan Penumpang Bandara Aroepala Kabupaten Selayar bernama Sapar (20) seorang pekerja dibidang Avsec Bandara Aroepala, warga Kompleks Bandara, Kabupaten Kep. Selayar. Selanjutnya Lukman B (30) pekerja dibidang Avsec Bandara Aroepala, sedangkan Khairul Ulya (20) Avsec Bandara Aroepala.

Kepala Kepolisian Resort (Polres) Kepulauan Selayar, AKBP Edy Suryantha Tarigan membenarkan insiden penganiayaan terhadap ketiga petugas penjagaan Terminal Bandara Aroepala. Ia mengatakan, kedua pelaku penganiayaan berhasil diamankan setelah berselang waktu kemudian di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Keduanya diamankan setelah ketiga korban melaporkan ke Polres Selayar guna dimintai pertanggung jawaban atas tindakannya. Ketiga korban ini mengalami luka lebam dibagian perut dan kepala,” ujar Eddy saat dikonfirmasi melalui via chat Telegram, Minggu (4/12).

[NEXT-RASUL]

Dia mengatakan, setelah kedua pelaku dibekuk oleh Tim Resmob Polres Selayar tanpa adanya perlawanan. Dari pengakuan kedua pelaku, tindakan itu dilakukan karena emosi sehingga memukul ketiga korban lantaran dilarang melintasi lokasi yang dituju. “Dua pelaku ini memukul ketiga petugas terminal dibagian kepala dan perut, dan itu mereka akui,” bebernya.

Edy Suryantha menceritakan, kejadian berawal saat ketiga korban sedang melaksanakan tugasnya sebagai Avsec (Penjagaan, Red) di Terminal Pemberangkatan Bandara Aroepala. Namun kemudian Kadis Perhubungan pun datang dan hendak masuk ke Ruang Cek In guna melakukan pengecekan.

Saat itu pelaku pun dilarang masuk oleh salah satu petuga yakni Khairul lantaran diduga tidak bisa menunjukkan Pas Bandara miliknya. Kendatinya pun kembali ke ruang VIP untuk mencari pas miliknya.

Tak begitu lama, pelaku kembali ke Terminal Pemberangkatan namun pihaknya pun tetap dilarang yang hendak masuk kedalam ruangan tersebut. Pelaku tak bisa menunjukkan Pas Bandara atau tiket masuk, dia pun tiba-tiba menarik kerah baju korban dan melayangkan pukulan bertubih-tubih ke kepala korban sehingga mengalami lebam.

“Dalam pengakuan korban dia hanya memukul korban sebanyak satu kali tapi korbannya mengalami luka lebam. Kemudian korban kedua yakni Sapar mencoba melerai pelaku terhadap korban sebelumnya, namun dia pun menjadi korban dengan menamparnya dibagian pipi,” ungkap Edy.

Berselang waktu kemudian, korban ketiga bernama Lukman tiba dengan maksud untuk melerai tindakan pelaku terhadap korban. Disela-sela aksi penganiayaan terhadap kedua korban dan satunya tuk membantu memisahkannya, tiba-tiba rekan pelaku tiba dan langsung memukul korban pada bagian belakang kepala sehingga mengalami luka lebam dan luka memar dibagian muka korban.

[NEXT-RASUL]

“Keduanya sudah berada di Mapolres Selayar guna menjalani hukuman. Dan dikenakan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman dibawah lima tahun penjara,” tutup Edy. (rrs/D)


Tag
div>