SENIN , 20 AGUSTUS 2018

Kadishub Makassar Angkat Bicara Soal Smart Petepete

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Minggu , 28 Mei 2017 19:59
Kadishub Makassar Angkat Bicara Soal Smart Petepete

Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto saat melaunching Pete-pete Smart beberaoa waktu lalu. Foto: Dok. RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar, Mario Said, akhirnya ikut angkat suara terkait kisruh penganggaran smart pete-pete yang dipersoalkan oleh salah satu anggota legislator di DPRD Makassar, asal partai NasDem, Supratman.

Mario mengungkapkan bahwa peluncuran satu unit prototype smart pete-pete oleh Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto pada akhir tahun 2016 lalu tersebut, murni menggunakan anggaran pribadi.

“Prototype pete-pete smart itu murni didanai pribadi oleh Pak Danny. Artinya, dalam hal ini sama sekali tidak menggunakan anggaran milik pemerintah atau APBD di tahun itu,” ungkapnya, Minggu (28/5).

Mario juga membeberkan jika di tahun 2016 lalu, Dishub memang menganggarkan pengadaan sebanyak 5 unit smart pete-pete, dengan anggaran kurang lebih Rp1,3 miliar. Lantaran tidak ada satupun rekanan yang memasukkan dokumen penawaran saat proses lelang tender berlangsung, sehingga Dishub bahkan membuka lelang sebanyak dua kali saat itu.

“Memang smart pete-pete dianggarkan tahun lalu 5 unit, namun tidak terealisasi. Kita bahkan membuka tender sampai dua kali, namun tidak ada penawaran masuk. Sehingga tender dianggap gagal,” terang Mario.

Kemudian, di tahun 2017 ini, pengadaan smart pete-pete kembali dianggarkan sebanyak 10 unit dengan menggunakan anggaran kurang lebih Rp 3 miliar. Dimana saat ini, progresnya tengah proses perampungan dokumen untuk dilelang tenderkan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP).

“Kami rencana akan konsultasi ke ULP menyangkut kelengkapan dokumen tendernya, jadi nanti ULP yang lakukan lelang,” lanjut Mario Said yang juga mantan Kabag Ekbang Sekretariat Kota Makassar ini.

[NEXT-RASUL]

Lebih lanjut, Mario juga menegaskan jika sampai hari ini dirinya tidak pernah dimintai keterangan oleh DPRD Kota Makassar, menyangkut penganggaran pengadaan prototype smart pete-pete seperti yang dipersoalkan oleh salah seorang legislator di DPRD Makassar.

Diketahui sebelumnhya, Supratman sebelumnya menuding jika Danny Pomanto sebagai walikota telah menyalahgunakan fasilitas pemerintah untuk kepentingan politik pribadi. Pasalnya, Danny menggunakan prototype smart pete-pete untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon walikota Makassar, di Kantor DPD PAN Makassar, Jalan Toddopuli Raya Timur, beberapa waktu lalu.

Sehingga Wali Kota Makassar, melalui kuasa hukumnya, Salasa Albert kemudian melayangkan surat somasi kepada Supratman untuk melakukan permintaan maaf secara pribadi ke wali kota. Namun, merasa tidak diindahkan, maka Salasa Albert secara resmi melaporkan Supratman ke Polrestabes Makassar dengan laporan pencemaran nama baik pejabat publik, Senin (22/5) lalu.

“Tetap berlanjut, kami saat ini menunggu surat pemanggilan dari penyidik untuk pak wali, untuk dimintai keterangannya,” kata Salasa Albert.

Menurutnya, persoalan ini sangat sederhana dan dapat diselesaikan secara baik-baik jika Supratman telah menyampaikan permintaan maaf kepada walikota.

“Somasi yang kita layangkan beberapa waktu lalu tidak diindahkan, bahkan kita tunggu sampai enam hari. Tidak diindahkan, kita tunggu tiga hari. Namun tidak diindahkan lagi. Jadi tindaklanjutnya kami laporkan,” pungkasnya.


div>