SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Kafilah Antusias Ikuti Malam Ta’aruf STQ

Reporter:

Editor:

Niar

Kamis , 27 April 2017 23:55
Kafilah Antusias Ikuti Malam Ta’aruf STQ

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Selatan Abd. Wahid Tahir (kiri), dan Wali Kota Parepare (kanan).

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Rangkaian pelaksanaan kegiatan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang ke-30, diawali dengan Malam Ta’aruf di Tonrangeng Rover Side, Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Kamis (27/04/2017).

Kegiatan dihadiri oleh kafilah dari 25 Kabupaten/Kota se-Sulsel. Kegiatan juga dirangkaikan dengan pelantikan Dewan Hakim sebanyak 25 orang, dan Panitera sebanyak tiga orang, yang dilantik oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel, Abd. Wahid Tahir.

Wahid mengatakan, pihaknya sangat bahagia melihat antusias peserta, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, yang turut menyukseskan STQ tahun ini. Apalagi, kata dia, dukungan masyarakat sangat tampak dari meriahnya acara Malam Ta’aruf tersebut.

Dia memaparkan, merunut sejarah, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi, digelar di Parepare pada tahun 1970. Setelah itu, lanjutnya, Tadarus Tingkat Provinsi digelar di Parepare pada tahun 2007, dan pada tahun 2017 ini, STQ digelar di Parepare untuk terakhir kalinya atau penutup. Karena, tambah dia, pada tahun berikutnya namanya berganti menjadi MTQ.

Dia mengungkapkan, sejak pendaftaran hingga penilaian dalam STQ ini, menggunakan teknologi dengan sistem online. Sehingga, katanya, diharapkan tidak ada gugatan dari para peserta. Sebab, lanjut dia, semua proses penilaian bersifat transparan, dan nilai setiap cabang lomba, bisa diketahui hasilnya pada malam hari selama STQ berjalan.

“Kami berharap Al-Quran​ dapat menjadi penawar dan rahmat bagi Parepare dan masyarakatnya. Kami selalu berdoa supaya Wali Kota Parepare beserta istrinya, tetap sehat dan amanah, dalam membangun dan melanjutkan pembangunan di Parepare,” katanya.

Sementara, Wali Kota Parepare, HM. Taufan Pawe, mengemukakan, pelaksanan STQ ini, juga merupakan realisasi teori telapak kaki yang selama ini diterapkan di Parepare. Terlebih, kata dia, Parepare punya identitas sebagai Kota Ulama dan Kota Santri. “Roh dan Marwah identitas tersebut, kamk gunakan untuk membangun Parepare,” ujarnya.

Taufan menjelaskan, berbagai program pemerintah dibidang keagamaan yang selama ini berjalan, merupakan bukti dan kepedulian pemerintah dalam membangun keummatan. Sehingga, jelasnya, pembangunan yang ada, tidak hanya dala bidang infrastruktur semata. “Program bidang keagamaan yang ada, merupakan keberkahan dalam bekerja demi kemaslahatan ummat,” terangnya.

Taufan menuturkan, pihaknya meminta diberikan tantangan, untuk melaksanakan MTQ pada tahun berikutnya di Kota kelahiran BJ. Habibie tersebut. Karenanya, dia berharap, mudah-mudahan pihaknya bisa diamanahkan supaya pelaksanaan MTQ, bisa digelar di Parepare dalam masa kepemimpinannya.

“Kami bangga karena ini STQ tahun ini yang terkahir kalinya. Tentu, akan menjadi kenangan tersendiri. Kami juga ingin mengukir prestasi, untuk kemajuan ummat. Karena, keberhasilan STQ tidak hanya menjadi kebanggaan Parepare, namun juga kebanggaan kita semua,” tandasnya. (luk)


Tag
div>