MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Kahfi di Ambang Sejarah, Tiga Periode Pimpin PAN Sulsel

Reporter:

Editor:

hur

Jumat , 11 Maret 2016 09:57
Kahfi di Ambang Sejarah, Tiga Periode Pimpin PAN Sulsel

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Musyawarah Wilayah (Muswil) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan (Sulsel) berpeluang mengukir sejarah baru. Itu jika Ashabul Kahfi kembali memimpin DPW PAN Sulsel diperiode ketiganya.

Peluang tersebut kian terbuka lebar setelah banyaknya kader yang menginginkan Kahfi kembali memimpin PAN di Sulsel. Muswin PAN sendiri rencananya akan digelar di Hotel Singgasana, Makassar, 11-12 Maret.
Sebelumnya tersiar beberapa nama kader seperti Dodi Amiruddin, Usman Lonta, Irfan AB, Yusran Paris, dan Jamaluddin Jafar yang disebut-sebut bakal menjadi penantang terberat Kahfi untuk menempati orang nomor satu pada partai berlambang matahari di Sulsel.

Namun di antara semua kader tersebut, Dodi Amiruddin, Yusran Paris, dan Jamaluddin Jafarlah yang paling berada pada garis terdepan untuk menumbangkan Kahfi. Dan, bukan tidak mungkin salah seorang dari ketiga tokoh ini akan menggantikan Kahfi.

Terkait hal tersebut, Jamaluddin Jafar mengatakan tidak ada terget pada Muswil PAN kali ini. Bahkan, Jamaluddin sepertinya hanya pasrah pada hasil Muswil nanti.

Meski demikian, Jamaluddin Jafar mengaku tetap akan melakukan komunikasi dengan semua pemilik suara pada semua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN se-Sulsel. “Target saya hanya masuk dalam formatur, dan pemilik suara ini yang akan menentukan nasib saya,” kata Jamaluddin, Kamis (10/3).

Sementara Wakil Sekretaris DPW PAN Sulsel, Ahmad Pasiwa secara tegas mengatakan jika Kahfi masih menjadi unggulan terdepan untuk memimpin PAN Sulsel padaMuswil nanti. Selain kader tulen, Kahfi dinilai sukses memimpin PAN di periode pertamanya.

[NEXT-RASUL]

“Sebagian besar pengurus DPD masih menginginkan pak Kahfi untuk memimpin PAN di Sulsel. Dan saya pikir peluangnya untuk oppo sangat besar,” kata dia.
Dirinya justru menilia jika Dodi Amiruddin tidak layak memimpin PAN Sulsel. Ia menilai, selama menjabat sebagai Plt PAN Barru dan Soppeng, Dodi Amiruddin tidak pernah mengukir prestasi.

“Dodi itu tidak layak memimpin PAN Susel, bahkan ketika menjabat sebagai Plt di Barru dan Soppeng, suara atau kursi PAN pada dua daerah itu justru mengalami penurunan,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, Dodi maju sebagai calon ketua DPW PAN Sulsel karena hanya ingin memperalat HAMnya demi kepentingan pribadinya sendiri. “Dodi itu tidak layak sama sekali, karena dia itu pengangguran politik,” tegasnya.

Hal senada dilontarkan Ketua DPD PAN Jeneponto, Syamsuddin K. Dirinya bahkan telah bulat untuk mendukung Kahfi di Muswil PAN. Ia menilai, Kahfi masih sangat layak untuk memimpin PAN Sulsel. “Saya sudah niatkan untuk mendukung Pak Kahfi sebab beliau masih layak, dan sikap saya adalah bukan meruntuhkan kepemimpinan Pak Kahfi tapi menguatkan Pak Kahfi,” tegasnya.

Ia menambahkan, kemenangan Kahfi sudah didepan mata. Menurutnya, bukan hanya dirnya saja yang mendukung Kahfi, tapi sudah ada 23 DPD PAN yang ada di Sulsel sudah melakukan hal yang sama. “Kemenangan Pak Kahfi sudah sangat dekat mi, sebab bukan hanya saya yang mendukung beliau, tapi tak kurang ada 23 DPD PAN se-Sulsel juga ikut mendukung beliau,” ujarnya.

Ketua DPD PAN Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Ikhsan Hamid juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, hanya ada dua DPD PAN di Sulsel yang belum memberikan sikap untuk mendukung Ashabul Kahfi. “Dari awal saya tidak pernah ragu untuk mendukung Pak Kahfi, saya telah telah berkomunikasi dengan semua DPD PAN Sulsel, dimana hanya ada dua yang tidak memberikan respon untuk mendukung Pak Kahfi yakni DPD PAN Soppeng dan Toraja,” terangnya.

Ia menambahkan, sistem voting yang akan dipakai dalam Muswil PAN adalah bentuk penguatan partai yang masih menjunjung sistem demokrasi. Bahkan menurutnya, ada 23 DPD PAN Sulsel yang meminta hal yang sama untuk melakukan voting dalam menentukan empat formatur. “Sistem voting itu kan menunjukan kalau partai PAN tetap mengedepankan sistem demokrasi, dan ada 23 DPD sepakat dengan hal itu ketika saya melakukan komunikasi,” ujarnya.

[NEXT-RASUL]

Lain halnya dengan Ketua DPD PAN Pangkep, Abdul Rauf. Ia mengatakan mendukung Ashabul Kahfi karena bukan ikut-ikutan. Ia menilai, Ashabul Kahfi adalah sosok yang mampu menyatukan dan membuat silaturahmi seluruh ketua DPD PAN se-Sulsel menjadi lebih dekat. “Jujur saya katakan, saya mendukung Pak Kahfi bukan karena ikut saja tapi lebih dari itu, bagi saya Pak Kahfi itu adalah sosok yang mampu membuat semua kader memiliki ikatan seperti saudara,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Luwu Utara, Kamiruddin mengatakan mendukung Ashabul Kahfi karena menilai sebagai tokoh yang paling siap untuk memimpin PAN Sulsel dalam menyonsong Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang.

Bukan hanya itu, kata dia, selama menjabat sebagai ketua DPD Sulsel selama dua periode Ashabul Kahfi tidak pernah menyulitkan pengurus DPD PAN se-Sulsel. “Saya mendukung Pak Kahfi karena memang beliaulah yang paling siap untuk memimpin partai dalam menghadapi Pilkada serentak dan Pilgub mendatang serta Pileg tentunya,” ujarnya.

Kamiruddin menambahkan, pada Muswil PAN nanti dirinya akan meminta rekomendasi untuk mengusung Ashabul Kahfi sebagai calon Gubernur Sulsel pada 2017 mendatang. Menurutnya, sudah saatnya PAN Sulsel tampil sebagai parti yang mengusung kader maju pada Pilgub Sulsel. “Salah satu yang akan saya minta pada Muswil adalah merekomendasikan Pak Kahfi sebagai calon Gubernur PAN Sulsel pada Pilgub Sulsel mendatang, dapun untuk persoalan elektabilitasnya kan tergantung dari kinerja kami ini sebagai ketua DPD PAN se-Sulsel untuk menaikkan dan membesarkan nama beliau,” pungkasnya. (E)


Tag
  • pan sulsel
  •  
    div>