SELASA , 18 DESEMBER 2018

KAHMI Sulsel Kecam Tindakan Kepolisian Terhadap HMI di Bengkulu

Reporter:

Iskanto

Editor:

Kamis , 20 September 2018 11:44
KAHMI Sulsel Kecam Tindakan Kepolisian Terhadap HMI di Bengkulu

ilustrasi (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Aksi unjuk rasa yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bengkulu di depan Gedung DPRD berakhir rusuh.

Massa KAHMI dan HMI Bengkulu, terlibat bentrok dengan polisi yang mengamankan sejumlah pengunjuk rasa yang menuntut pemerintah memperbaiki kondisi ekonomi yang dinilai terus terpuruk.

Sekertaris Umum Majelis Wilayah KAHMI Sulsel, Irwan Muin mengencam tindakan tersebut. Kata dia, KAHMI Sulsel mengutuk tindakan aparat kepolisian Bengkulu yang melakukan tindakan represif terhadap Anggota KAHMI dan HMI saat melakukan unjuk Rasa di Bengkulu pada hari selasa 18 september 2018.

“Tindakan kepolisian terhadap ketua KAHMI dan HMI bengkulu adalah tindakan BIADAB. Kami mengutuk keras tindakan tersebut,” kata Irwan Kamis (20/9).

Menurut Politisi Golkar ini, unjuk rasa di Indonesia adalah salah satu sarana mengemukakan pendapat, dan itu dilindungi oleh undang-undang.

Lanjut dia, aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh KAHMI dan HMI Bengkulu adalah aksi yang damai dan tertib, tapi kemudian menjadi gaduh akibat tindakan refresif aparat kepolisian.

“Bayangkan, polisi membabi buta memukul, mengejar dan mengangkat ketua KAHMI dan HMI Bengkulu sampai bajunya terlepas, sebelumnya dipukuli sampai kepalanya bocor, lalu dilempar naik keatas truk. Ini tindakan yang sangat tidak Manusiawi,” tuturnya.

Bahkan, Irwan menilai tindakan polisi sangat jauh dari tugas pokok sebagai pekindung masyarakat. Dengan arogan polisi membabibuta mengamankan aksi.

“Ini tindakan Biadab. Tindakan aparat kepolisian ini sangat keterlaluan,” katanya.

Pihaknya memintah, Kapolri harus turun tangan untuk mengusut tuntas siapa aparatnya yang melakukan ini, dan harus di berikan hukuman berat. Karena telah melakukan penganiayaan terhadap warga sipil secara tidak manusiawi di depan umum.

“Saat mereka melakukan unjuk rasa mengemukakan pendapat secara damai dan sopan. Slogan kepolisian yang (melindungi dan melayani), hanya sebatas slogan belaka, faktanya justru menganiaya dan memperlakukan masyarakat secara tidak manusiawi,” pungkasnya. (*)


Tag
  • hmi
  •  
  • KAHMI
  •  
  • polri
  •  
    div>