RABU , 23 MEI 2018

Kajati Diminta Jujur

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 19 April 2017 13:50
Kajati Diminta Jujur

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulselbar, Jan Samuel Maringka. foto: net

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Lembaga Anti Corruption Commite (ACC) Sulawesi, terus menelusuri kepemilikan kendaraan mewah Lexus LX 570 seharga Rp3 miliar milik Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulselbar, Jan Samuel Maringka yang sempat dipakai di awal menjabat.

ACC meminta kepala kajati agar terbuka terkait kepemilikan barang tersebut sebelum dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepala Badan Pekerja ACC Sulawesi, Abd Muthalib mengatakan jika benar mobil tersebut milik pribadi, seharusnya Kajati Sulselbar terbuka kepada publik.

“Memang saat ini kita melakukan penelusuran lebih jauh mengenai mobil tersebut, jika memang itu merupakan gratifikasi atau pemberian dari orang, pastinya kita akan laporkan, dan kami meminta kepada Kajati terbuka kepada publik,” katanya diberitakan Rakyat Sulsel, Rabu (19/4).

Thalib melanjutkan, jika kendaran seperti Lexus tidak etis digunakan oleh pejabat pemerintahan, karena dalam memnggunakan kendaran memiliki aturan tersendiri. Bahkan pejabat tidak boleh mempertontonkan kendaraan mewah yang harganya miliaran kepada publik.

“Kajati harus memperjelas, karena dia pejabat negara, jika memang itu kendaraan pribadi dia melanggar kode etik, dan tidak boleh dipertontonkan,” ucapnya.

ACC merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 76/PMK.06/2015 jika pejabat setarah dengan Kajati hanya boleh menggukan kendaraan kapasitas 2500 Cc.

[NEXT-RASUL]

“Merujuk peraturan menteri keuangan Nomor 75 tahun 2015 yang mengatur pemakain mobil, kalau kajati hanya ada kualifikasi jabatanya pada eselon tiga yang bisa menggukanan kendaraan kapastias 2500 CC, sementara mobil yang dipertontonkan sebelumnya kalau tidak salah kapasitasnya sekitar 5700 CC, dan ini kami anggap sudah menyelahi aturan,” ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya meminta kepada, Jan Samuel memperjelas status mobil mewah yang pernah dipakai itu. Saat ini, kendaraan tersebut sudah tidak diketahui keberadaannya.

“Kan sebelumnya Kajati (Jan Samuel Maringka) memamerkan kemewahannya dan lalu dia tutupi sumbernya dari mana. Jika memang benar itu gratifikasi kita akan laporkan, namun kita tunggu kejelasan dari kajati sambil kita melakukan penelusuran,” ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur Riset dan Data ACC Sulawesi, Wiwin Suwandi mengatakan pihaknya menduga jika mobil seharga Rp3 miliar tersebut merupakan gratifikasi atau suap pada salah satu kasus di Kejati Sulselbar. (***)


div>