SENIN , 22 OKTOBER 2018

Kajian Teknis PKL Center Molor

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Kamis , 26 April 2018 10:00
Kajian Teknis PKL Center Molor

Ilustrasi Kantor Balaikota Makassar. foto: net

* Baru Satu OPD Serahkan Hasil Kajian

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pedagang Kaki Lima (PKL) Center Karebosi masih terkendala kajian teknis. Pembahasan oleh 21 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai tim teknis masih molor. Padahal, Plt Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI menargetkan pedagang sudah harus masuk sebelum Ramadan.

Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Makassar, Johansyah Mansyur mengatakan, pihaknya belum bisa membahasnya lebih jauh, karena dari 21 OPD terkait, baru satu yang telah menyetor hasil kajian teknis.

Diantaranya Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, dan pemerintah kecamatan. “Kami tidak bisa jalan secara parsial, dari 21 OPD saya baru menerima satu kajian teknis yakni dari PD Parkir,” tandas Johansyah, Rabu (25/4) kemarin.

Menurut Johansyah, Pihaknya melalui instruksi dari Plt Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal sebelumnya telah memberikan deadline untuk mengumpulkan kajian teknis dari 21 OPD tersebut.
“Deadline OPD mengumpulkan kajian teknis yakni 16 April 2018 dan itu telah disampaikan pada rapat koordinasi 11 April 2018, tapi sampai hari ini belum ada,” ucap Johansyah.

Lanjut Johansyah, setelah kajian teknis sudah terkumpul semuanya, pihaknya baru bisa menyusun Standar Operasi Prosedur (SOP). Karena didalam SOP tersebut sudah tercantum semua mulai sistem parkir, keamanan, jenis makanan yang akan dijual dan sebagainya.

“Di dalam SOP tersebut sudah tercantum bagaimana dengan keamanannya, jenis makanan yang bisa menjual, dan sebagainya, sesuai kajian teknis yang diajukan OPD terkait,” ucapnya.

Agar OPD terkait bisa mengumpulkan kajian teknis secepatnya, sambung Johansyah, pihaknya menghubungi satu persatu. “Karena baru satu mengumpulkan kajian teknis, untuk itu kami hubungi satu persatu, dan kemungkinan ini sudah ada masuk lagi,” ucapnya.

Ia juga mengaku untuk membuat SOP tersebut, pihaknya bekerjasama dengan. Organisasi Tata Laksana (Ortala).

Sementara itu, Kabag Ortala, Syarif, belum bisa dikonfirmasi. Dirinya sedang melakukan perjalanan dinas ke luar kota.

Jumlah pedagang yang bakal dipindahkan 87 pedagang di kawasan Masjid Al Markaz. Sementara yang disiapkan 350 lapak. Sisanya di titik jalan yang macet, seperti Jl Alauddin, AP Pettarani, dan Kecamatan Ujung Pandang. (*)


div>