SENIN , 20 NOVEMBER 2017

Kakanwil : Guru Wajib Menginstall Ulang Kapasitasnya

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 14 November 2017 13:19
Kakanwil : Guru Wajib Menginstall Ulang Kapasitasnya

Kakanwil Kemenag Sulsel Abdul Wahid Tahir saat memberikan sambutan di Kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Kristen, Senin (13/11). ist

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Sulsel melalui Pembimas Kristen mendatangkan sebanyak 30 orang guru agama Kristen se-Sulsel di Hotel Same Makassar, Senin, (13/11) kemarin.

Seluruh guru tersebut sengaja didatangkan guna mengikuti Kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Kristen mulai 13 hingga 15 November mendatang.

Ketua Panitia, Slamet menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru pendidikan agama kristen utamanya dalam penerapan kurikulum 2013 yang telah direvisi dan juga untuk meningkatkan wawasan serta kemampuan guru agama kristen dalam menanamkan nilai – nilai keagamaan kristen kepada para siswanya termasuk mengajarkan bagaimana metode perhitungan angka kredit bagi para guru.

Kakanwil Kemenag Sulsel Abdul Wahid Tahir dalam arahannya, meminta kepada para guru agama kristen di Sulsel agar menjadikan nilai kultur atau lokalitas di tengah masyarakat.

“Kita tetap menjadi salah satu referensi dalam memberikan pembelajaran selain dari kompetensi yang diwajibkan dimiliki oleh seorang guru, yaitu kompetensi pedagogik, sosial, dan profesional,” ujarnya.

Selain itu, Kakanwil juga berpesan agar setiap guru wajib menginstall terus pengetahuannya terlebih di era teknologi modern saat ini, dimana semua kalangan bisa mengakses ilmu pengetahuan dan wawasan keilmuan kapan dan dimanapun.

“Siapa yang sering atau cepat memanfaatkan peluang atau potensi teknologi, maka dialah yang terbaik saat ini, meskipun harus tetap bijak dalam penggunaan dan pemanfaatannya,” katanya.

Terkait kurikulum 2013, lanjut Wahid Tahir, aspek kognitif, apektif, psikotorik adalah isi dari kurikulum atau metode pembelajaran kurikulum 2013 yang harus diberikan dan ditanamkan kepada para siswa atau anak didik, agar peserta didik kita bisa menjadi generasi yang paripurna dalam wawasan keilmuan tapi tetap berakhlak dalam berprilaku di kesehariannya, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan sosialnya.

“Performance seorang pendidik juga menentukan suasana pembelajaran. Olehnya itu, seorang guru harus menjaga penampilannya di hadapan para anak didiknya, mulai dari cara berpakaian, bertutur kata dan bersikap,” ujarnya.

Dikegiatan ini Pembimas Kristen selaku penyelenggara akan mendatangkan beberapa narasumber diantaranya dari Assesor Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang juga merupakan salah satu dari tim penyusun yang terlibat langsung dalan penyusunan Kurikulum 2013. Selain itu, panitia juga mendatangkan Pemateri dari unsur Akademisi dari Perguruan Tinggi Teologi Kristen dan dari Kanwil Kemenag Sulsel. (*)


div>