KAMIS , 16 AGUSTUS 2018

Kakanwil Kemenag Gorontalo Terharu Dengan Program Tahfizh UMI

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 04 Juli 2018 12:46
Kakanwil Kemenag Gorontalo Terharu Dengan Program Tahfizh UMI

Rektor UMI Prof.Dr.Hj.Masrurah Mokhtar, M.A saat menerima Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Gorontalo  H.Kudrat Dukalang. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Gorontalo  H.Kudrat Dukalang merasa sangat terharu atas program Tahfizh UMI, dimana mahasiswanya yang hafal minimal 20 juz Al-Qur’an, mendapat hadiah umrah dari Rektor UMI.

Hal ini disampaikan pada acara Penandatangan MOU antara Fak.Kedokteran UMI dengan MAN 1 Gorontalo dan Rektor UMI dan Kakanwil Kemenag Provinsi Gorontalo Rabu (4/7).

Acara tersebut dihadiri Kakanwil Kemenag Provinsi Gorontalo dan jajarannya, Rektor UMI dan rombongan, serta sejumlah calon MABA FK UMI dan ratusan siswa-siswi MAN 1 Gorontalo.

Kerjasama ini merupakan kebanggaan dan kehormatan bagi MAN 1 Kota Gorontalo. Tahun ini belum banyak calon MABA UMI dari MAN 1, namun insyaa Allah tahun depan akan lebih banyak calon MABA UMI yang berasal dari SLTA di Gorontalo.

Dikatakan tahun depan, bukan hanya fakultas kedokteran UMI, tetapi semua calon MABA fakultas yang ada di UMI, diharapkan bisa mendaftar di MAN 1 Kota Gorontalo, harapnya.

Rektor UMI Prof.Dr.Hj.Masrurah Mokhtar, M.A menyatakan baru kali ini ada kerjasama UMI dengan Kanwil Kemenag Gorontalo dan MOU antara FK UMI dan MAN 1 Kota Gorontalo. Ini momentum yang baik, apalagi akreditasi FK UMI sudah A, sehingga semakin dituntut kualitas mahasiswa yang lebih baik.

“Jika ada calon MABA UMI yang ikut program tahfizh, maka diberikan beasiswa dan fasilitas pemondokan yang gratis. Bahkan jika bisa hafizh sampai 20 juz, maka diberikan hadiah umrah. Tahun ini ada 3 orang mahasiswa UMI yang mendapatkan hadiah umrah tersebut,” ungkapnya.

“Semoga kerjasama ini dapat membesarkan kedua belah pihak antara UMI dan Kanwil Kemenag Sulsel dan antara FK UMI dengan MAN 1 Gorontalo,” tambah Masrurah.

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo menyampaikan keseriusan untuk implementasi kerjasama ini dengan menghadirkan Kepala Kemenag Kota Gorontalo dan sejumlah Kabidnya sebagai komitmen untuk implementasi MOU ini.

“Ibu Rektor UMI sangat low profile, apalagi sebagai Ketua BKSPTIS. Jarang ada pemimpin seperti itu, apalagi beliau sebagai wanita. Kelihatannya UMI lebih hebat dari sejumlah universitas Islam lainnya. Untuk itu, kalau mau hidup bahagia dunia dan akhirat, maka pilhlah UMI, kurikulumnya bernuangsa ilmu umum, tetapi rasa ilmunya untuk syurga. Dipahami konsep pendirian UMI diniatkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki sains teknologi yang ok dan agamanya juga ok atau menurut Kiai Zainiddin MZ, melahirkan hati Mekah dan otak Jerman,” jelasnya.

Dia berharap, kerjasama ini tidak akan habis-habisnya, dan ini bukan hanya hari ini. Walaupun ibu Rektor UMI tidak disini lagi, tetapi ruhnya di ada mana-mana. Bahkan ada beasiswa di UMI bagi mahasiswa yang memiliki intelligence yang handal tapi tidak mampu dari segi ekonomi.

“Saya juga menganjurkan agar jika ada guru MAN yang mau lanjut S2 dan S3, maka masuklah di UMI karena UMI sebagai PTS  terbesar di Makassar. Karena itu, masuklah di perguruan tinggi yang berlabel Islam untuk sukses dunia akhirat,” harapnya. (*)


div>