JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Kakanwil Kumpul Pengurus MUI dan Ormas Islam se-Sulsel di Makassar

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 03 Februari 2016 11:00
Kakanwil Kumpul Pengurus MUI dan Ormas Islam se-Sulsel di Makassar

int

REDAKTUR: RIDWAN LALLO

CITIZEN REPORTER, RAKYATSULSEL.COM – Inmas Sulsel bertujuan untuk meluruskan dan menangkal pemahaman yang sesat dan radikal tentang ajaran Islam di tengah masyarakat yang akhir-akhir ini semakin memprihatinkan. Melalui para tokoh agama, alim ulama dan rrmas Islam khususnya yang tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI) beserta seluruh jajarannya diharapkan dapat meluruskan kembali pemahaman yang sesat dan radikal tersebut kepada umat.

Olehnya itu Kanwil Kementerian Agama sangat menaruh harapan dan perhatian khususnya kepada para alim ulama dan tokoh ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, DDI, dan sebagainya untuk menjadi sumber informasi kebenaran Islam yang Rahmatan Lil Alamin.

Menurut Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Sulsel Drs. H. Abd Wahid Thahir, M.Ag, masyarakat saat ini sangat butuh pencerahan dan pemahaman langsung mengenai ajaran keagamaan khususnya Islam yang benar yang mencerminkan Rahmatan Lil Alamin, karena kondisi akhir-akhir ini, masyarakat sangat gampang dimasuki dan diberi pemahaman tentang ajaran Islam yang setengah-setengah yang justru bernuansa doktrin semata sehingga bisa mendatangkan kebingungan dan keresahan di tengah umat. Olehnya itu, intensitas pembinaan dan dakwah kita harus senantiasa ditingkatkan, tentunya hal ini bisa berjalan bilamana ada kerjasama dan koordinasi yang baik antara pemerintah dan Ulama.

“Saat ini, masyarakat khususnya generasi muda kita kelihatannya lebih banyak belajar agama lewat internet dibanding langsung dari ulama, sehingga bilamana postingan dakwah online yang tersaji tidak bisa difilter

baik-baik atau langsung saja diserap mentah-mentah oleh generasi muda kita, maka akibatnya bisa membahayakan. Terlebih lagi jika otak mereka sudah tercuci oleh postingan-postingan dari situs dakwah atau situs mengatasnamakan Islam tapi isi kontennya bernuasa sesat dan radikal,” ujarnya.

Dirinya berharap, masyarakat dan generasi muda dalam mempelajari agama, tidak hanya terpaku dan mengandalkan internet. Belajarlah agama kepada para pakar, para ustadz dan para ulama yang telah teruji dan mampu memahi esensi dan substansi agama.

Menurutnya, esensi agama adalah memanusiakan manusia dan mensejahterakan masyarakat. Inti agama adalah perdamaian dan kasih sayang. Untuk itu, Wahid Thahir berharap para generasi muda lebih selektif dalam menerima informasi yang berkembang di dunia maya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini yakni dari tanggal 1 – 2 Februari 2016 di Hotel Grand Palace Makassar, selanjutnya akan dilanjutkan di Aula Kanwil Kemenag Sulsel untuk melanjutkan pertemuan dengan Gubernur Sulsel H. Syahrul Yasin Limpo dan Kapolda Sulselbar, dan diharapkan hasil rekomendasi dari pertemuan di Hotel, bisa diserahkan langsung ke Gubernur Sulsel sebagai bahan telaah dan kajian demi pembinaan umat beragama di wilayah Sulsel ke depan. (*)

Dilaporkan oleh : Mawardy Siradj, S.Ag
(Pelaksana Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Sulsel)


Tag
div>