SELASA , 11 DESEMBER 2018

Kakanwil Minta IKAKAS Integrasikan Faham Keagamaan dan Kebangsaan

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Sabtu , 14 April 2018 20:20
Kakanwil Minta IKAKAS Integrasikan Faham Keagamaan dan Kebangsaan

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ratusan peserta Musyawarah Nasional (Munas) ke 2 Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Alumni dan Keluarga As’adiyah (DPP-IKAKAS) tampak menyesaki aula pertemuan di Hotel Wisata UIT Jalan Haji Bau, Kota Makassar, Sabtu (14/4/2018).

Acara Munas ke 2 IKAKAS ini juga dirangkaikan dengan seminar nasional yang mengambil tema menjalin silaturrahmi dan merajut kebersamaan dalam mengaplikasikan nilai nilai Islam Rahmatan Lil Aalaminn dalam Bingkai NKRI.

Ketua Panitia H. Muhammad Sahawi mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh semua pengurus cabang As’adiyah yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia, khususnya yang berada di kabupaten/kota se-Sulsel.

“Adapun seminar nasional IKAKAS menghadirkan sejumlah pembicara dan tokoh As’adiyah baik yang berkiprah di level regional maupun nasional seperti Anregurutta Drs. KH. Muhammad Sagena (Ketua Umum PP As’adiyah), Prof. DR. H. Nasaruddin Umar, MA (mantan Wakil Menteri Agama RI – Imam Besar Masjid Istiqlal), Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA (Dirjen Pendis Kemenag RI) dan Kakanwil Kemenag Sulsel Dr. H. Abd. Wahid Thahir, M.Ag.

Kakanwil Kemenag Sulsel Dr. H. Abd. Wahid Thahir, M.Ag  dalam arahannya menyampaikan sejumlah pesan diantaranya bahwa sebagai warga yang berhaluan Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), IKAKAS harus meyakini kehadirannya guna mewujudkan peran sebagai khalifatan fil ard, penerus cita cita Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam.

Menurutnya, IKAKAS sebagai organisasi yang berazaskan Pancasila harus mempunyai komitmen kemasyarakatan dan kebangsaan yang diaktualisasikan dalam bentuk partisipasi aktif di pembangunan masyarakat yang adil dan demokratis.

Ia juga berharap agar alumni As’adiyah mampu meng-Integrasikan faham keagamaan dan kebangsaan yang mengharuskan IKAKAS berdialektika secara aktif dengan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.

“Saat ini, warga As’adiyah juga idealnya menempatkan komitmen perjuangannya terhadap persoalan-persoalan mendasar pada masyarakat dan kemanusiaan yang meliputi pemberdayaan bidang pendidikan, ekonomi dan wawasan kebangsaaan melalui pengkaderan- pengkaderan,” terangnya.

Akan tetapi, IKAKAS sebagai organisasi di bawah Pondok Pesantren As’adiyah harus juga menfokuskan perjuangannya pada misi utama As’adiyah yaitu penguatan sumber daya santri baik secara konseptual maupun aktualisasi keilmuan di lapangan dengan tujuan agar SDM yang dimiliki As’adiyah memiliki keterampilan, kecakapan dan pengalaman sebagai bekal ketika terjun di tengah umat.

“IKAKAS jangan bersifat paradoks  dengan lingkungan sekitarnya, organisasi alumni ini harus tampil terdepan dalam mengemban amanah dan ajaran pendiri As’adiyah Anregurutta KH. Muhammad As’ad, khususnya dalam upaya mensoalisasikan nilai-nilai Islam yang Rahmatan Lil Alamain,” terangnya.

Acara Munas ke-2 IKAKAS ini akan digelar selama dua hari (14 – 15 April 2018) dengan agenda memilih pengurus IKAKAS untuk periode selanjutnya serta untuk merumuskan program kerja dan kegiatan strategis organisasi alumni pesantren yang menjadi rahim bagi lahirnya tokoh-tokoh  ulama terbaik dan ibu dari seluruh pesantren di Sulsel yakni As’adiyah. (*)


div>