RABU , 14 NOVEMBER 2018

Kalah Bersaing, Penjualan Mobil Bekas Lesu

Reporter:

Rusman

Editor:

asharabdullah

Jumat , 02 Februari 2018 16:00
Kalah Bersaing, Penjualan Mobil Bekas Lesu

rusman/rakyatsulsel/C MOBIL BEKAS. Usaha penjualan mobil bekas Aldi Motor milik Aldi di Jl Urip Sumoharjo. Foto: Rusman/RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pengusaha mobil bekas mengeluhkan kurangnya hasil penjualan akhir-akhir ini karena kalah bersaing dengan mobil baru.

Haji Amir pemilik usaha penjualan mobil bekas Rappokalling Motor di Jl Urip Sumoharjo Makassar, Kamis (1/2), menuturkan, penjualan mobil bekas lesu sejak 2015 setelah pemberlakuan uang muka ringan terhadap mobil baru.

Selain itu, penyebab lesunya penjualan mobil bekas adalah keterbatasan modal usaha untuk melengkapi segala merek di showroomnya.

Usaha Rappokalling Motor yang melakoni penjualan mobik bekas sejak 10 tahun lalu saat ini semakin terbatas masyarakat yang menjual mobilnya. Akibatnya pengusaha seperti dirinya sulit melengkapi kebutuhan pelanggannya.

Akhir-akhir ini penjualan hanya dua unit per bulan pada merek tertentu. Selama ini mobil bekas paling banyak dicari pelanggan adalah avanza dan xenia.

Menurutnya, kedua merek mobil ini banyak dicari oleh pelanggan untuk digunakan transportasi online.

“Memang kami pengusaha mobil bekas ini terbantu dengan diberlakukannya grab dan sejenisnya,” tuturnya.

Hal yang sama dikatakan Aldi, pemilik showroom Aldi Motor yang beralamat di Jl Urip Sumoharjo Makassar, penjualan mobil bekas semakin lesu akibat persaingan semakin ketat oleh pemilik modal besar.

“Sekarang ini makin banyak pengusaha mobil bekas dengan modal besar,” bebernya.

Sementara, pengusaha semacam dirinya dengan modal terbatas sangat kesulitan menambah persediaan. Seringkali, pelanggan datang menanyakan harga dengan mencari merek tertentu.

Ia mengutarakan, pelanggan yang datang di showroom miliknya mencari produksi Toyota.

Pria ini menduga, merek Toyota lebih mudah mendapatkan onderdilnya dan harganya terjangkau.

Persaingan semakin ketat juga disinggung bahwa rendahnya uang muka mobil baru menyebabkan kurangnya peminat mobil bekas. Jika ada peminat, hanya kalangan masyarakat menengah yang akan digunakan berusaha, seperti Grab, Go-Car, dan Uber. Sedangkan pembeli untuk kebutuhan keluarga sangat kurang.

Aldi mengaku, hanya mampu menjual 1-2 unit dalam sebulan. Mobil bekas yang dijual diperoleh dari masyarakat yang ingin mengganti dengan merek lain. “Saya beli kalau ada yang jual. Ada juga mobil dititip pemiliknya,” sebut Aldi.

Penyebab lain lesunya penjualan mobil bekas secara konvensional adalah makin maraknya sistim penjualan online.

Dimana masyarakat yang ingin menjual mobilnya langsung dipromosikan melalui Media Sosial (Medsos).

Aldi mengatakan, usaha miliknya telah dimasukkan hampir semua usaha penjualan online, seperti bisnis.com dan OLX.

Sedangkan Sandi, Marketing Shine Car Wash di Jl Pettarani, Makassar, mengakui, pula lesunya penjualan mobil bekas dari hari ke hari di Kota Makassar.

Ia melihat lesunya penjualan mobil bekas karena semakin banyaknya pengusaha yang menjual mobil bekas.

Yakni pelanggan semakin banyak pilihan untuk mendapatkan merek yang diinginkan dengan harga sesuai kemampuannya. (*)


div>