SENIN , 22 JANUARI 2018

Kalo Guru Madrasah Tidak Tahu mengoperasikan Komputer, Kakanwil Bilang “Terlalu”.

Reporter:

Editor:

Nunu

Senin , 08 Mei 2017 18:52
Kalo Guru Madrasah Tidak Tahu mengoperasikan Komputer, Kakanwil Bilang “Terlalu”.

Pembukaan workshop Sistem Penilaian Kurikulum 2013 (K-13) dan K-13 Berbasis ICT (Information, Comunication Tekhnologi) tingkat Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah se-Sulsel yang diselenggarakan oleh Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulsel di Hotel Colonial Makassar, Minggu, 7 Mei 2017

Makassar (Inmas Sulsel) Penegasan tersebut disampaikan oleh ka.Kanwil Kemenag Prov. Sulsel Drs. H. Abd. Wahid Thahir, M.Ag dihadapan 80 peserta pada Acara Pembukaan workshop Sistem Penilaian Kurikulum 2013 (K-13) dan K-13 Berbasis ICT (Information, Comunication Tekhnologi) tingkat Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah se-Sulsel yang diselenggarakan oleh Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulsel di Hotel Colonial Makassar (Minggu, 7 Mei 2017).
Bukan Tanpa Alasan, Era Modern saat ini semua fihak disegala bidang dituntut untuk menyesuaikan dan meleburkan sistemnya ke dalam arus Tekhnologi utamanya tekhnologi Informasi, tidak terkecuali di Bidang pendidikan. Pemanfaatan Tekhnologi Komunikasi dan informasi dalam dunia pendidikan saat ini dipandang sangat penting dan relevan diterapkan kepada anak didik dalam proses pembelajaran, disamping memiliki kandungan efesiensi dan efektifitas, didalamnya juga mengandung hikmah, khususnya bagi tenaga pendidik atau guru, yakni seorang tenaga pendidik atau guru harus terus belajar dan belajar dalam mencari kesesuaian antara materi pelajaran yang akan disampaikan kepada anak didiknya dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin cepat di eram Tekhnologi informasi saat ini, jelas Ka. Kanwil.
Karenanya, Bila Seorang Guru atau Tenaga Pendidik khususnya di Madrasah yang sampai saat ini masih belum tahu atau menguasai penggunaan ICT, itu namanya Terlalu, Ucap Ka. Kanwil menirukan gaya bahasa sang Raja Dhangdut Tanah Air H. Rhoma Irama. Dan bila saai ini masih ada yang seperti itu, saya khawatir, guru tersebut tidak Gaul dan guru yang tidak gaul akan ditinggalkan oleh zaman dan bisa jadi dikalahkan oleh anak didiknya yang melek tekhnologi informasi. Tambahnya.
Selain harus melek Tekhnologi Komunikasi dan informasi, seorang Guru khususnya yang berada di Madrasah juga harus kreatif dan inovatif. Karena hanya dengan kreatifitas dan inovasi lah, corak pembelajaran itu bisa menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Tinggalkan lah gaya pembelajaran yang monoton yang membosankan, karena sudah tidak sesuai dengan zaman sekarang, K-13 ini salah satu solusi yang harus lebih dipermantap dan dikembangkan serta diterapkan untuk anak didik saat ini, tentulah dibarengi dengan pengawasan yang rasional oleh guru dan pendidik, Tambahnya.
Kegiatan Workhshop K-13 ini mengikutkan peserta yang berasal dari Wakil Kepala Madrasah dan Operator ICT di Madrasah yang fokusnya adalah peningkatan wawasan dan keterampilan terkait sistem penilaian dalam Kurikulum 2013 yang berbasis ICT, dan materi pengembangan wawasan dan keterampilan tersebut akan diisi oleh orang orang yang berkopeten dan khusus berkecimpun di wilayah tersebut baik dari Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Akademisi maupun dari Praktisi K-13 di Kemenag Sulsel, Jelas H. Wahyuddin Hakim di Hadapan Ka. Kanwil dan Kabid Pendidikan Madrasah H. Yuspiani saat melaporkan Kegiatannya.
Kegiatan Workshop ini rencananya akan berlangsung selama 3 (tiga) hari yakni dari tanggal 7-9 Mei 2017 juga dihadiri oleh Kabid Penmad, Para Kepala Seksi di Lingkup Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulsel.(rls)

Tag
div>