RABU , 19 DESEMBER 2018

Kampanye Akbar AIM-Benar Dipadati Ribuan Massa

Reporter:

Lukman

Editor:

Minggu , 24 Juni 2018 14:00
Kampanye Akbar AIM-Benar Dipadati Ribuan Massa

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Andi Ibrahim Masdar dan M.Natsir Rahmat (AIM-Benar) saat menggelar kampanye akbar, di Lapangan Sepakbola Desa Karama, Kecamatan Tinambung, Sulawesi Barat (Sulbar), Sabtu, (23/06/18) kemarin.

POLEWALI,RAKYATSULSEL.COM – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Andi Ibrahim Masdar dan M.Natsir Rahmat (AIM-Benar) menggelar kampanye akbar, di Lapangan Sepakbola Desa Karama, Kecamatan Tinambung,Sulawesi Barat (Sulbar), Sabtu, (23/06/18) kemarin.

Diketahui bahwa, dalam kampanye akbar tersebut, Paslon AIM-Benar yang dihibur langsung oleh sejumlah artis ibu kota, tersebut, juga dihadiri deretan tokoh masyarakat Provinsi Sulawesi Barat, di antaranya Alibaal Masdar selaku mantan Bupati Kabupaten Polewali Mandar selama 2 priode, Syahrir Hamdani, serta para Ketua-ketua Partai Politik pengusung seperti Ketua DPD Partai Gerindra Andi Ruskati Alibaal, Ketua DPW PKB Muhammad Sybli Sahabuddin, Ketua DPC PAN Ajbar, dan Ketua DPC Partai Golkar Andi Muslim Fattah.

Dalam kampanye penutup Paslon Petahana, kegiatan tersebut di padati oleh Ribuan massa pendukung dari seluruh pelosok wilayah kecamatan dan desa se Kabupaten Polewali Mandar.

AIM dalam orasi politiknya mengaku sangat berterimakasih kepada seluruh jajaran pengurus partai politik pengusung dan semua massa pendukung, yang telah hadir menyaksikan agenda kampanye akbar yang di selenggarakannya.

“Terimakasih aktas kehadirannya di lapangan karama ini, mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini mendapat berkah dari Allah Subhana Wataala, agar pada tanggal 27 Juni nanti, kita bisa memenangkan Pilkada ini,” ucap AIM dihadapan para pendukungnya.

Ia juga berharap, pasca kampanye akbar ini agar seluruh massa pendukung dapat melakukan penjagaan di desanya masing-masing, sehingga tidak terjadi keributan di perhelatan pesta Demokrasi, khususnya di Bumi Tipalayo, mengingat sampai saat ini ia masih menjabat sebagai Bupati di Kabupaten Polewali Mandar.

“Kalau ada ribut-ribut berarti saya itu tidak berhasil, saya mohon kepada semua ini pendukung saya,” tutupnya.

Sementara itu di tempat yang sama salah seorang tokoh pembentukan Provinsi Sulawesi Barat Syahrir Hamdani mengatakan, perubahan itu tidak boleh hanya terpajang di baliho, dan di kendaraan, melainkan perubahan itu harus menjadi pilihan dan menjadi jalan hidup setia manusia.

“Perubahan itu harus kita berubah bersama – sama, salah satu diantara saya ingin protes kalau ada orang yang mengatakan bahwa perubahan itu harus diletakkan pada orang tua, yang benar itu adalah pemuda berfikir tentang perubahan,” ujarnya.

“Oleh karena itu saudara-saudara ku, adek-adek ku semua, khususnya generasi muda saya pastikan bahwa anda adalah orang yang ingin melanjutkan perubahan di Polman ini, dan salah satu jalannya bahwa AIM itu harus menjadi Bupati melanjutkan kepemimpinan, berarti melanjutkan pembangunan di Kabupaten Polman,” tutur Syahrir Hamdani. (*)


div>