MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Kampanye Damai, Kampanye Gagasan! (2)

Reporter:

Editor:

Iskanto

Rabu , 10 Oktober 2018 08:31
Kampanye Damai, Kampanye Gagasan! (2)

H. Andi Rukman Nurdin

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Barat, pekan lalu mengundang seluruh calon anggota legislatif (caleg) baik DPR RI maupun DPRD Jakarta dari seluruh parpol peserta pemilu 2019. KPU Jakarta Barat menyelenggarakan Sosialisasi dan MoU Kampanye Damai.

Kegiatan yang positif dan patut diapresiasi sebab tak dapat dipungkiri eskalasi politik jelang pileg dan pilpres terus meninggi, krusial serta rawan menimbulkan terjadinya konflik horizontal.

Untuk itu, penting menegaskan kepada seluruh kontestan politik beserta seluruh pendukungnya, agar berkomitmen menjaga kondusifitas sosial maupun politik dengan mendorong dan melakukan kampanye positif, menghindari isu yang berpotensi memecah belah kesatuan bangsa.

Bagi saya dan Partai Golkar, komitmen soal nasionalisme, toleransi, persatuan dan pembangunan bangsa merupakan isu atau wacana yang telah terinternalisasi dengan sangat baik. Kader Golkar selalu berada di garda terdepan dalam merawat dan mempertahankan kesatuan bangsa ini.

Ikhtiar itu diwujudkan dengan terus menguatkan wawasan nasional setiap kader Partai Golkar melalui kaderisasi atau pembekalan yang dilakukan oleh Partai.

Menurut hemat saya, Agar MoU soal Kampanye Damai itu tidak sekedar jargon dan hanya menjadi ‘prasasti bisu’ dalam selembar kertas.

Kedamaian dan persatuan bangsa ini akan terjaga dengan baik jika para caleg terus berkampanye dengan gagasan. Saya menyebutnya ‘Kampanye Gagasan’, dimana para kontestan mendiseminasikan pokok-pokok pikirannya, agenda atau program yang dilaksanakan jika kelak berada di DPR RI, gagasan berdasarkan pemetaannya terhadap anatomi sosial-budaya-ekonomi serta problem masyarakat yang di wakilinya kelak.

Para caleg bertanggung jawab untuk mengedukasi pemilih dengan menawarkan gagasan, kedengarannya klise tetapi langkah ini penting untuk dilakukan, agar demokrasi kita bertumbuh di atas nalar sehat dan berorientasi pada masa depan.

Demokrasi yang berjalan secara prosedural seperti sekarang ini harus diakhiri dan digeser menjadi demokrasi substantif, demokrasi yang didalamnya ada nilai, integritas, gagasan serta kecintaan pada Republik serta keberpihakan pada mereka yang masih termarjinalkan.

Saya mengajak para caleg untuk mendorong kontestasi ini dengan ‘perang gagasan’, gagasan versus gagasan, program versus program. Bukan wacana yang akan memecah-belah kita sebagai sebuah bangsa.

Saya akan bergerak menelusuri gang-gang, pasar-pasar atau perkampungan dengan membawa spirit dan gagasan’Gerakan Belanja Warung Rakyat’. UMKM bertumbuh dan mengeliat, bisnis menengah dan besar serta merta bergerak menjadi lebih baik, roda perekonomian akan bertumbuh, kesejahteraan rakyat dan bangsa meningkat. Wallahu ‘alam bishhawab (MD).

H. Andi Rukman Nurdin
Calon Anggota DPR RI Partai Golkar, Dapil 3 DKI Jakarta


div>