SELASA , 14 AGUSTUS 2018

Kampanye Malam Hari, KPU – Bawaslu Beda Pendapat

Reporter:

Suryadi - Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Jumat , 06 April 2018 12:15
Kampanye Malam Hari, KPU – Bawaslu Beda Pendapat

Dok. RakyatSulsel

* Bawaslu Persilahkan Kandidat Kampanye Malam
* KPU Nilai Itu Melanggar

 

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) berbeda pandangan soal ketentuan pasangan calon (paslon) kepala daerah menggelar kampanye tertutup pada malam hari.

Polemik ini muncul ketika pasca muncul kabar paslon gubernur Sulsel Nurdin Halid – Azis Qahhar Mudazkkar melakukan aktivitas kampanye dialogis di malam hari.

Ketua KPU Sulsel, Iqbal Latief menilai, langkah pertemuan atau kampanye terbatas pasangan calon (paslon) pada malam hari merupakan sebuah pelanggaran. Menurut Iqbal hal itu telah melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 4 Tahun 2017 tentang batas waktu (jam) kampanye paslon Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota.

“Dalam PKPU Nomor 4 tahun 2017. Mengatur batasan kampanye terbatas atau dialogis. Waktu hanya petang atau jam 18.00, jika lewat dari itu maka melanggar,” tegas Iqbal, Kamis (5/4/2018).

Kendati demikian, Ianjut Iqbal, KPU masih mentoleransi hal tersebut dengan alasan, padatnya agenda paslon dalam kampanye sehingga kegiatan sore lanjut hingga larut malam.

“Bisa saja ada hal lain dibicarakan, sehingga waktu sore masuk sampai malam. Faktor lain juga bisa saja agenda padat sehingga paslon baru bisa hadir pada malam hari,”ungkapnya.

Ia menuturkan, tahapan kampanye terbatas pada Pilkada dan Pilgub Sulsel saat ini mulai berjalan. Bahkan para paslon sudah mendapatkan jadwal kampanye dari pihak KPU. Oleh sebab itu, Iqbal mengimbau, agar kegiatan paslon harus sesuai waktu yang diatur dalam PKPU. Jika paslon menginginkan waktu diluar dari siang. Harus berkoordinasi dengan pihak keamanan atau kepolisian.

“Jadi ini perlu diperhatikan, jika pertemuan tertutup di malam hari harus dikomunikasikan dengan pihak keamanan,” pungkasnya.

Sementara itu, Komisioner Divisi Hukum Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel, Asry Yusuf yang dikonfirmasi menjelaskan, pembatasan waktu kampanye hanya diperuntukan pada pelaksanaan kampanye umum yang melibatkan ribuan massa dengan berbagai pertunjukkan. Diluar itu, seperti kampanye tatap muka atau dialogis waktu pelaksanaannya tidak dibatasi.

“Jadi yang diatur batasan waktunya itu, kampanye dalam bentuk rapat umum. Kecuali di daerah masing-masing, seperti di Pinrang, kalau KPU nya mengatur berarti itu kemudian menjadi regulasi yang harus ditaati. Karena itu pasti disusun bersama-sama kandidat,” kata Asry.

Karena memang, kata dia, peraturan mengenai tata waktu pelaksanaan kampanye hanya melampirkan kampanye umum yang memiliki batas waktu.

“Tapi kalau itu tidak diatur, karena memang UU juga tidak mengaturnya jadi yang paling pasti bahwa seluruh kegiatan kampanye selain rapat umum dan debat, itu yang saya katakan kampanye tatap muka dan dialogis. Yang wajib itu harus tiga hari sebelum pelaksanaan kampanye paslon harus berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” lanjutnya.

Meski demikian, Asry Yusuf meminta kepada paslon untuk menghindari kampanye dialogis di malam hari karena rawan hal yang tak di inginkan.”Perlu diantisipasi,” ujarnya.

“Itu sudah menjadi hak calon, sepanjang paslon tidak melanggar regulasi maka mereka dilindungi haknya berkampanye.
Jika ada pihak yg menghalangi pelaksanaan kampanye ancamannya adalah pidana. Kewajiban melaporkan kepada pihak Kepolisian menjadi hal yang wajib dipatuhi oleh seluruh Paslon, agar Kepolisian dapat mengamankan kegiatan kampanyenya,” tuturnya.

Juru Bicara pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahar Mudzakkar (NH-Aziz), Risman Pasigai mengungkapkan, kampanye malam sengaja digelar NH-Azis untuk menyesuaikan waktu dan jadwal kampanye di beberapa daerah.

Apa lagi, lanjut Risman, tidak ada larangan bagi kandidat calon untuk menggelar kampanye dialogis pada malam hari.
“Tidak ada pelanggaran, kampanye terbuka dialogis bisa dilaksanakan 24 jam,” kata Risman. (*)


div>