SABTU , 20 OKTOBER 2018

Kampanye Maraton, Kandidat Ngos-ngosan

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 17 September 2015 15:48
Kampanye Maraton, Kandidat Ngos-ngosan

int

* KPU Ingatkan Tak Kampanye di Luar Jadwal
* Rebut Simpati, Kandidat Perkuat Silaturahmi

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Pelaksanaan kampanye calon kepala daerah di 11 pilkada di Sulsel terkesan buru-buru atau maraton. Bahkan efektifnya hanya dilakukan selama kurang dari 30 hari, dari 3 bulan masa kampanye yang ditetapkan sejak 27 Agustus hingga 5 Desember.

Hal itu lantaran, KPU dalam mengatur pola kampanye terjadwal, masa efektif kampanye yang dilakukan masing-masing calon di 11 daerah berkisar selama 19 dan 22 hari. Tergantung dari jumlah pasangan calon di setiap daerah dengan penghitungan masa kampanye selama 3 bulan atau 95 hari dipotong lima hari dimana KPU melaksanakan debat kandidat, rapat umum atau kampanye akbar, deklarasi damai, serta pelaksanaan Idul Adha.

“Jadi masing-masing kandidat hanya punya waktu efektif dalam berkampanye kurang dari 30 hari, sejak 3 hari setelah penetapan calon dan 3 hari sebelum pencoblosan,” ujar Komisioner KPU Sulsel Khaerul Mannan, Rabu (16/9).

Adapun kampanye terjadwal yang ditetapkan KPU dalam PKPU nomor 7 tahun 2015, terdiri atas 4 jenis kampanye, yakni kampanye rapat umum dengan batas maksimum peserta sebanyak 1500 orang yang dilakukan sebanyak 1 kali, rapat terbatas dengan batas maksimal peserta seribu orang, kampanye tatap muka yang bisa dilakukan secara terbuka atau tertutup dengan batas maksimal peserta 750 orang (tertutup) dan 500 orang untuk tatap muka tertutup.

Khaerul Mannan menambahkan, KPU dalam menyusun kampanye terbuka, dilakukan berdasarkan pembagian jadwal yang memenuhi prinsip keadilan dan kesempatan yang sama antar satu kandidat dengan landidat lainnya.

[NEXT-RASUL]

“Jadi KPU hanya menyusunkan jadwalnya dengan prinsip keadilan dan kesempatan yang sama, adapun metodenya tergantung mereka apa yang mau dipakai, kampanye dengan tatap muka dialogis atau kampanye terbatas,” ujarnya.

Untuk itu dalam kampanye terjadwal yang dilakukan oleh masing-masing calon, maka diwajibkan setiap pasangan dan tim pemenangan untuk berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan panwaslu, yang dimaksudkan agar pasangan tersebut dapat dibantu dari segi pengamanan dan mempermudah pihak panwas dalam melakukan pengawasan terhadap kampanye yang dilakukan.

“Pasangan yang mendapatkan giliran kampanye pada waktu itu, terserah metodenya mau seperti apa, mau dialogis, terbatas, atau blusukan itu terserah, yang penting kegiatan kampanye itu tidak dilakukan di luar jadwal yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Adapun pasangan calon yang diindikasikan melakukan sosialisasi di luar tahapan kampanye yang ditetapkan, Khaerul menegaskan bahwa hal tersebut tidak dibenarkan dalam regulasi. Setiap pasangan calon dilarang melakukan kegiatan yang sifatnya menggalang suara di luar jadwal kampanye dalam bentuk apapun.

“Setiap pasangan calon sudah ada LO (Liaison Officer) yang menjadi penghubung dengan KPU dalam berkomunikasi terkait dengan tekhnis kampanye. Salah satunya dengan mengingatkan kepada calon untuk tidak menggalang suara di luar jadwal kampanye yang ditentukan, bahkan sebenarnya jika ada jadwal kampanye kemudian tidak digunakan, itu juga harus disampaikan dan dikoordinasikan supaya penyelenggara bisa melakukan kontrol,” paparnya.

[NEXT-RASUL]

Terkait dengan tahapan kampanye yang digelar dalam beberapa pekan terakhir ini, Khaerul mengatakan bahwa pihaknya sudah meminta kepada KPU kabupaten/kota untuk mengundang lagi LO dalam mengevaluasi proses kampanye yang telah dilakukan.

“Akan ada evaluasi kampanye yang akan dilakukan, ini untuk mencegah adanya potensi penggalangan suara yang dilakukan oleh pasangan calon di luar jadwalnya. Ini masih bisa kita lakukan perbaikan-perbaikan, mengingat masa kampanye masih ada sekitar dua bulan. Jadi apapun namanya, mau itu blusukan atau apapun yang di luar jadwal kampanye, tidak diperbolehkan,” terangnya.

Sementara tim pemenangan pasangan Andi Kazwadi Razak – Supriansa (Akar Super) di Pilkada Soppeng, Nurmal Idrus mengatakan adanya pembatasan waktu kampanye yang dilakukan secara terjadwal tidak membuat pasangan ini minim melakuan kegiatan yang sifatnya sosialisasi dan membangun kedekatan dengan masyarakat.

Menurutnya, pasangan Akar Super, melalui tim pemenangan yang dibentuk aktif melakukan sosialisasi di media sosial, dan memiliki website sendiri, yang dijadikan sebagai forum bagi masyarakat untuk mengetahui informasi terkait dengan Visi Misi dan rencana pembangunan daerah yang digagas oleh Akar Super jika terpiih dalam pilkada nanti.

“Selain itu, kita juga mengunakan lebih banyak forum silatuhrami harian di luar jadwal kampanye, kita juga punya media komunikasi berupa Akar Super stensilan. Ini merupakan wadah informasi mengenai tim dan pasangan yang ditulis dalam bentuk copian kertas A4 lalu dicetak dalam jumlah yang banyak dan disebar hingga ke pelosok,” terangnya.

Terkait dengan jadwal kampanye, Nurmal Idrus mengatakan bahwa pasangan Akar Super sedikitnya mengunjungi 5 titik pertemuan yang disebar di kecamatan yang ada di Soppeng.

[NEXT-RASUL]

“Jika masuk jadwal kampanye Pak Kazwadi paling sedikit lima titik, dan Supriansa juga demikian, sehingga ada memang pembagian wilayah di masa kampanye, untuk memaksimalkan coverage area yang ada di Soppeng,” kata dia.

Terkait dengan jumlah anggaran, Nurmal mengatakan bahwa KPU telah membatasi anggaran kampanye yang menjadi tanggungan kandidat di Pilkada Soppeng yakni sebesar Rp 7,8 Milyar.

“Kita menggunakan dana kampanye sesuai dengan yang diatur dalam regulasi, dan kesepakatan mengenai batas maksimalnya,” pungkasnya.┬áDihubungi terpisah, Juru Bicara pasangan Adnan Purichta Ichsan YL – Abdul Rauf Kr Kio di Pilkada Gowa, Ian Latanro mengatakan bahwa seluruh jadwal pasangan nomor urut 5 tersebut sudah terencana hingga akhir kampanye.

“Justru dengan waktu yang cukup panjang ini, bagus, karena pak Adnan dan Karaeng Kio bisa makin dekat dengan masyarakat. Setiap hari keduanya jalan di luar kampanye akbar yang ditetapkan KPU,” jelasnya.

Terkait dengan silaturahmi yang dilakukan pasangan AdnanKio di luar jadwal kampanye, menurut Ian Latanro hal itu tidak menyalahi regulasi tentang kampanye yang diatur dalam PKPU. Sebab agenda silaturahmi yang dimaksudkan tidak dilakukan dengan mengumpulkan massa.

“Silaturahmi kan bukan bagian dari kampanye, jadi di luar jadwal kita tetap melakukan kunjungan-kunjungan, ini kan juga dimaksudkan untuk mengetahui kondisi dan harapan riil dari masyarakat Gowa untuk lima tahun kedepan,” pungkasnya. (E)


Tag
  • HL1
  •  
    div>