KAMIS , 21 JUNI 2018

Kampanye Negatif Tak Pengaruhi Pemilih

Reporter:

Suryadi - Iskanto

Editor:

asharabdullah

Jumat , 25 Mei 2018 13:46
Kampanye Negatif Tak Pengaruhi Pemilih

Dok. RakyatSulsel

*Obama Ajak Kandidat Bertarung Secara Sportif

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Jelang Pencobloson Pemilihan Gubernur (Pilgub) 27 Juni mendatang berbagai upaya dilakukan untuk mempengaruhi pemilih. Salah satunya dengan melakukan kampanye negatif.

Menanggapi hal ini, Pakar politik Unhas Makassar, Azwar Hasan mengatakan, beredarnya isu kampanye negatif untuk Pengaruhi pemilih jelang pilkada di Sulsel tak bisa mempengaruhi pemilih dikarenakan, saat ini sebagian besar pemilih sudah menentukan pilihannya, baik untuk Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) maupun di Pilgub.

“Menurut saya, justru tidak mengganggu basis pemilih. Karena sebagian besar masyarakat sudah tentukan pilihan di Pilgub. Hanya sedikit saja yang belum menentukan pilihan,” ujarnya Kamis (25/5).

Menurut Akademisi ilmu komunikasi politik itu, beredarnya baju kaos yang menyinggung soal dinasti politik layaknya propaganda yang akan menimbulkan konflik di tengah masyarkat.

Padahal lanjut di, saat ini ada larangan kandidat untuk tak boleh saling mencela saat atau menyerang saat kampanye. Namun, masih saja terjadi, meski di bulan Suci Ramadan. “Ini mencerminkan demokrasi tak sehat. Beredarnya baju kaos, hanya saja menimbulkan konflik. Itu tidak akan mempengaruhi pemilih pemula,” pungkasnya.

Ketua Tim Rumah Kita IYL-Cakka, Bahar Ngitung yang ditanya mengenai hal itu mengaku tidak heran dengan cara-cara salah yang digunakan oleh lawan politiknya. Bahkan menurutnya, persoalan seperti itu sudah sering dihadapi oleh tim dari IYL-Cakka sendiri.

“Inikan black campaign, bagi kami hal ini adalah hal biasa, kami sudah sering hadapi. Kita harap orang-orang ini jangan sampai memancing di air keruh, artinya jangan coba membangunkan singa yang tidur,” kata dia.

Obama, sapaan karibnya mengajak tim kandidat lain dapat bertarung secara sportif dan menjunjung tinggi etika berpolitik dan berdemokrasi yang sehat.

Dikonfirmasi terpisah Direktur Epicentrum Politica, Iin Fitriani mengatakan, black campaign merupakan cara oknum tak bertanggung jawab untuk menang dan sangat merusak tatanan demokrasi. Meski memang, berbagai macam aturan telah ditetapkan demi menjaga kondusifitas Pilgub Sulsel.

“Black campign salah satu usaha provokasi untuk menjatuhkan lawan. Tentu berpengaruh tergantung sebesar apa isu politik yang dimainkan,” kata Iin.

Iin menjelaskan, dalam perhelatan pesta demokrasi para kandidat tentunya memiliki antusiasme yang besar untuk meraih kemenangan. Bahkan, rela melakukan segala cara untuk mencapai keingannya tersebut salah satunya dengan memaksa masyarakat untuk berfikiran negatif kepada lawan politiknya.

“Sebab target yang diinginkan dari black campaign adalah mempengaruhi pikiran pemilih,” tandasnya. (*)


div>