RABU , 20 JUNI 2018

KK Melati Parepare Gelar Diskusi Kekerasan Perempuan dan Anak

Reporter:

Editor:

Niar

Selasa , 30 Mei 2017 17:26
KK Melati Parepare Gelar Diskusi Kekerasan Perempuan dan Anak

Suasana Diskusi Kampung di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Selasa, (30/50.

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM- Kelompok Konstituen (KK) Melati Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Bacukiki Barat bentukan Yayasan Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat (YLP2EM) Kota Parepare menggelar kegiatan Diskusi Kampung.

Kali ini, tema sentral yang diangkat dalam diskusi tersebut, yaitu Mekanisme Penanganan Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak.

Selain menghadirkan Andi Nurhanjayani, Anggota DPRD Kota Parepare, juga menghadirkan Bripka Dewi Natalia Noya, Kanit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polres Parepare, dan Sekertaris P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak) Nilawati A. Ridha.

“Melihat kerja-kerja Anggota DPRD lainnya yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghasilkan Perda Perlindungan PPA, sebagai perempuan saya langsung berinisiatif dan menjadi Ketua Pansus terkait PPA ini,” ujar Andi Nurhanjayani penuh semangat.

Terkait perda tersebut kata Andi Nurhanjayani, mekanisme pelaporan/pengaduan Korban Terhadap Perempuan (KTP) dan Anak (KTA) dapat melapor ke paralegal atau ke DPRD. “Bisa langsung, tidak usah pakai surat,” jelasnya.

Kekerasan terhadap perempuan dan anak kata dia, tidak bisa didiamkan sehingga pada proses pengaduannya harus dipermudah untuk segera mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Apakah kita diam melihat kekerasan terjadi, ini rohnya perda pelibatan masyarakat. Kalau perlu nantinya kita bikin Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA), dan rumahnya paralegal ditulis ini rumah paralegal,” kata Politisi Demokrat ini.
Selain menjelaskan mekanisme tatacara penanganan kasus, dalam diskusi kampung tersebut juga membahas tentang penanganan korban pelecehan dan penelusuran kasus.


div>