KAMIS , 26 APRIL 2018

Kampus UINAM Disusupi Politik, Para Alumni Kecam Pihak Rektorat

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 12 April 2018 18:54
Kampus UINAM Disusupi Politik, Para Alumni Kecam Pihak Rektorat

Kampus Universitas Islam Negeri (UIN)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dunia kampus kembali yang kini menjadi tempat untuk menimba ilmu bagi generasi intelektual mulai disusupi kepentingan politik.

Misalnya di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alaudin Makassar, Kamis (12/4/201) pagi seakan seperti gedung lembaga politik lainya. Pasalnya dijadikan sebagai salah satu tempat merilis survei calon Gubernur dan wakil Gubernur Sulsel oleh lembaga Laboratorium Ilmu Politik (IPO).

Para Alumni di Kampus tersebut sangat mengecam tindakan yang dilakukan oleh lembaga bersangkutan. Bahkan pihak Rektorat diminta untuk bertanggung jawab atas kelalaian tersebut.

“Sy sebagai alumni sangat mengecam kegiatan tersebut, dan tidak membenarkan hal itu, karena bertentangan dengan prinsip dunia akademik. Jengkelka saya, masa kampus di jadikan tempat merilis survei kandidat pilgub kemudian di blow up untuk membentuk opini,” cecam salah satu alumni UIN Alaudin Makassar, Bahar Taqwa.

Lebih lanjut, Mantan ketua BEM fakultas Syariah dan hukum tahun 2005 itu mengaskan, kampus sebagai lembaga pendidikan harus terbebas dari kegiatan politik praktis. Sebab, kegiatan melirik survei bagian dari kampanye kandidat sehingga dilarang dilakukan di tempat pendidikan sesuai dengan ketentuan yang ada.

Oleh sebab itu, pria yang akrab disapa sang demonstran itu meminta pihak universitas dalam hal ini Rektorat untuk memanggil pihak bersangkutan dari fakultas yang terlibat didalam kegiatan tersebut untuk diberikan sanksi.

“Sebagai alumni kami tidak terima hal itu. Oleh sebab itu, kami meminta pimpinan dalam hal ini Rektorat, untuk segera memanggil dosen bersangkutan guna meminta penjelasan terkait apa yang telah di rilis tersebut, atas dasar apa, kalau hanya untuk kepentingan akademik, kenapa harus terblow up keluar,” tegasnya.

Dia menambahakan, momentum Pilkada dan Pilgub Saar ini. Seharusnya kampus harus bersih dari kegiatan kampanye atau politik praktis. Sehingga, segala bentuk kegiatan politik yang dikemas dalam bentuk apa pun tidak diperkenankan.

Menurutnya, dalam regulasi kamu tri-dharma perguruan tinggi merupakan semangat dari setiap institusi pendidikan tinggi. Tri-dharma perguruan tinggi terdiri dari pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

“Itulah yang menjadi roh perguruan tinggi di seluruh dunia, seluruh universitas ternama di dunia selalu memegang teguh tri-dharma perguruan tinggi,” tambahanya.

Sampai saat ini, ketika dimintai tanggapan, pihak Rektorat dalam hal ini Wakil Rektor III serta bagian Humas kampus. Namun belum bisa dikonfirmasi karena pihak kampus belum bembalas telepon.

Sebelumnya, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir mengatakan memasuki tahun politik, jangan membawa politik ke kampus.

“Politik arenanya bukan di kampus. Mahasiswa tugasnya belajar dan sebagai pemain politik,” kata M Nasir, saat ditemui di Makassar belum lama ini. (*)


div>