MINGGU , 20 MEI 2018

Kandidat Adu Program Pro Rakyat

Reporter:

Suryadi - Iskanto - Fahrullah - Al Amin

Editor:

asharabdullah

Rabu , 07 Februari 2018 13:59
Kandidat Adu Program Pro Rakyat

Dok. RakyatSulsel

– Jualan Politik Jangan Mengada-ada!

 

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kandidat yang akan bertarung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) saling adu program. Mengklaim pro rakyat, jualan politik para kandidat diharapkan tidak mengada-ada.

Di Pilgub Sulsel, berbagai cara dilakukan kandidat untuk merumuskan berbagai program kerjanya kedepan. Termasuk melibatkan sejumlah pakar untuk melihat plus minus dari program kerja yang dibuat.

Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (IYL – Cakka), misalnya. Dalam merumuskan programnya sudah melalui kajian yang melibatkan sejumlah pakar atau akademisi. Sehingga dalam penerapannya nanti, tidak begitu sulit dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Juru Bicara (Jubir) IYL – Cakka, Henny Handayani, mengatakan, program-program IYL – Cakka terbagi menjadi tiga poin besar. Ketiga program tersebut muaranya pada peningkatan kesejahteraan rakyat dan pembangunan sumber daya manusia, serta sumber daya alam sesuai potensi dan karakteristik masing-masing daerah.

Poin pertama, adalah bagaimana membuat peluang kerja bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga yang selama ini bisa dikatakan kurang produktif.

Sehingga, perlahan peluang kerja dengan memanfaatkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) dapat mengangkat perekonomian masyarakat. Program ini sendiri berbasis pada rumah produktif di setiap desa/kelurahan di semua daerah.

“Rumah Produktif berbasis desa/kelurahan yang sasarannya adalah pengembangan potensi sumber daya lokal. Selain itu, untuk membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” terang Henny, Selasa (6/2) kemarin.

Selain memanfaatkan potensi SDM yang ada, IYL-Cakka yang peduli dengan pendidikan ini akan menjadikan Sulsel sebagai provinsi dengan pendidikan yang berkualitas, merata, tanpa pungutan, dan subsidi Rp 1,5 triliun per tahun.

“Alokasi anggaran pendidikan Rp 1,5 triliun per tahun dari APBD sasarannya kepada peserta didik untuk menggenjot kualitas pendidikan,” jelasnya.

Selanjutnya, yakni pembangunan yang merata di semua daerah, dengan tetap mensinergikan kebijakan pemerintah kabupaten/kota. Kemudian, pemerataan pembangunan berbasis tujuh zona ekonomi untuk mendorong produktifitas dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Untuk pelaksanaanya sendiri, akan disampaikan sendiri oleh pasangan dengan tagline Punggawa Macakka ini pada saat launching nanti. Apalagi, dalam merumuskan program tersebut pasangan ini telah melibatkan sejumlah tim pakar dari berbagi perguruan tinggi. Sehingga, dalam pelaksanaannya nanti tidak terlalu sulit untuk diimplemetasikan,” papar Henny.

Sementara, pasangan Nurdin Halid – Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH – Aziz), jauh hari sudah memperkenalkan programnya dengan nama Membangun Kampung, yang dimulai dari pelosok desa.

“Program membangun kampung harus merata di Sulsel. Tujuannya demi kesejahteraan rakyat, bisa dinikmati secara merata oleh masyarakat,” kata NH.

Ketua Dewan Koperasi Indonesia ini berjanji, akan menyiapkan program kredit tanpa bunga demi kesejahteraan petani, juga memberikan pupuk kepada petani bercocok tanam. Secara detilnya, Program Membangun Kampung ini meliputi kemudahan memperoleh pupuk bagi petani, membangkitkan ekonomi desa dengan kredit tanpa bunga melalui Bumdes, dan berbagai kemudahan bagi petani yang rata-rata berdomisili di kampung- kampung.

“Membangun kampung adalah tekad bulat sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat Sulsel yang agraris,” tuturnya.

Program Sulsel Baru dari pasangan NH-Aziz ditujukan untuk seluruh lapisan masyarakat. Tidak terkecuali generasi muda yang disiapkan menjadi ujung tombak akselerasi pembangunan. Untuk itu, pasangan tegas, merakyat dan religius tersebut berfokus mencetak generasi unggul.

Program generasi unggul ala NH-Aziz terdiri dari tiga pilar. Selain mengembangkan kampung kreatif, pasangan nasionalis-religius itu juga siap memberikan beasiswa program doktor usia di bawah 35 tahun. Tidak kalah dinantikan rencana pemberian insentif dan bantuan modal untuk usaha kreatif.

NH-Aziz terus mendorong generasi milenial dapat mandiri dan tidak melulu berharap jadi PNS.

Jubir NH – Aziz, Muhammad Natsir, mengungkapkan, program generasi unggul merupakan wujud perhatian NH-Aziz terhadap jaminan masa depan generasi milenial. Duet tokoh nasional itu memiliki segudang program untuk pelibatan dan pengembangan kapasitas generasi muda.

“Semua itu bukti NH-Aziz memiliki kepedulian besar terhadap pemuda. Makanya, dipersiapkan jauh hari untuk memastikan generasi muda bisa bersaing dan menjadi ujung tombak pembangunan,” kata Natsir.

Program generasi unggul itu juga ditopang program lain yang selaras. Diantaranya, yakni pembangunan akhlak dan karakter; bantuan beasiswa dan perlengkapan sekolah gratis; pembangunan pusat pendidikan tinggi di luar Makassar dan pembangunan lapangan sepak bola bertaraf internasional di tiap kecamatan.

“Program NH-Aziz ditujukan untuk seluruh kalangan dan lapisan masyarakat. Dan, pemuda memiliki tempat strategis, dimana NH-Aziz memberikan atensi besar untuk menciptakan generasi unggul. Itu karena masa depan bangsa ada di tangan generasi muda,” tandas Natsir.

Berbeda dengan pasangan Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman (NA – ASS). Pasangan ini belum menyampaikan apa yang akan dijalankan lima tahun kedepan.

“Kalau visi misi terlalu dini kita bicarakan. Kita utamakan kemenangan,” kata NA, terpisah.

Belum adanya program yang akan dijalankan oleh NA-ASS, dengan alasan saat ini ingin mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Sulsel, lima tahun kedepan. “Kita sekarang menginginkan, apa yang kita temukan di lapangan dan diinginkan oleh masyarkat,” imbuhnya.

NA menambahkan, jika nantinya terpilih menjadi orang nomor satu di Sulsel ini, ia akan berusaha mensinkronkan APBD kabupaten kota dengan provinsi, agar nantinya pembangunan merata.

Terpisah, Agus Arifin Nu’mang yang berpasangan dengan Tanribali Lamo, mengatakan, pemimpin Sulsel kedepan tinggal melanjutkan pembangunan, yang pondasinya telah dibangun cukup baik oleh pemerintahan saat ini. Tetapi, dalam pembangunan selalu ada hal yang harus diprioritaskan, misalnya pertumbuhan atau pemerataan.

“Biasanya itu pertumbuhan dulu, baru kemudian diikuti dengan pemerataan. Saat ini kan pertumbuhan Sulsel cukup tinggi, tinggal dievaluasi bagaimana menyempurnakannya dengan pemerataannya,” kata Agus.

Agus mengaku telah merancang program pengembangan kawasan dengan lima titik tumbuh baru yang menyentuh dan menghubungkan kawasan dataran rendah (pesisir) dengan dataran tinggi (pegunungan).

Lima titik tumbuh baru dengan konsep pengembangan kawasan tersebut meliputi tiga kawasan pegunungan, yakni Latimojong, Bulusaraung dan Latimojong, serta dua kawasan pesisir yang meliputi Selat Makassar (Laut Flores dan Teluk Bone) atau disingkat LABUBA MALABO.

“Konsep ini dirancang untuk melanjutkan dan menyempurnakan (melakukan pemerataan) pembangunan yang telah dicapai Sulsel saat ini,” imbuhnya.

Ia meyakini, konsep LABUBA MALABO yang diusungnya tersebut akan mampu menjadi solusi dari permasalahan yang dialami Sulsel saat ini.

Menanggapi program kerja para kandidat, Pakar Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto, menilai, sebagai seorang kandidat calon kepala daerah tentunya harus memiliki program yang dijual untuk dapat ditawarkan ke masyarakat. Hal itu guna memberikan pandangan ke masyarakat, bagaimana kedepannya suatu daerah apabila dipimpin olehnya.

“Setiap kandidat punya kesempatan menawarkan program. Termasuk mencari cara untuk melengkapi kekurangan program-program sebelumnya,” terangnya.

Tetapi, kata Luhur, kandidat juga harus realistis dalam membuat program demi kepentingan masyarakat. Jangan sampai, program yang dibuat terlalu over, sehingga justru malah menjadi bahan pembicaraan saja.

“Sebaiknya kandidat menjual tawaran program yang realistis, serta sesuai urusan dan kewenangan pemerintahan yang ada,” saran Luhur. (*)

 


div>