MINGGU , 19 AGUSTUS 2018

Kandidat Jangan Asal Pasang APK !

Reporter:

Suryadi - Iskanto

Editor:

asharabdullah

Selasa , 20 Februari 2018 11:45
Kandidat Jangan Asal Pasang APK !

Ketua KPU Sulsel, Iqbal Latif . (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kandidat yang akan bertarung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, tidak boleh sembarangan memasang Alat Peraga Kampanye (APK). Jika tidak, akan “disemprit” oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Ketua KPU Sulsel, Iqbal Latif, mengatakan, atribut atau APK telah disiapkan oleh KPU untuk dipasang di titik tertentu di 24 kabupaten kota di Sulsel. Setiap kandidat, akan mendapat lima baliho per kabupaten. Sedangkan umbul-umbul dan APK lainnya akan terpasang di kecamatan.

“Ada beberapa titik yang tidak boleh dipasangi APK oleh para kandidat,” kata Iqbal, Senin (19/2) kemarin.

Adapun titik larangan pemasangan spanduk maupun baliho adalah di trotoar, lampu merah, batang pohon, badan jalan, serta pinggir jalan. Termasuk di depan kantor pemerintah dan sekolah. “Kami berharap para calon tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Selain itu, ada beberapa tempat terlarang bagi kandidat untuk berkampanye. Misalnya rumah ibadah, sekolah atau kantor pemerintah. Disamping itu, ada hal-hal yang harus diperhatikan dalam aturan teknis kampanye.

“Semoga semua tim pemenangan pasangan calon bisa sama-sama mempelajari dan memahami aturan tersebut. Ini penting agar tidak timbul persoalan di kemudian hari. Jika dilanggar, pasti ada konsekuensi,” tegasnya.

Komisioner KPU Sulsel Bidang SDM, Faisal Amir, menambahkan, sesuai PKPU, pasangan calon dibenarkan menambah APK yang dibuat oleh KPU.

Dengan syarat, jumlah APK tambahan kandidat tidak melebihi 150 persen dari jumlah yang dibuat KPU. “Bisa ditambah 150 persen dari jumlah APK yang dibuat KPU,” kata Faisal.

Dia juga mengingatkan para kandidat atau tim, harus melaporkan jumlah tambahan APK dengan memperlihatkan kwitansi kantor tempat cetak APK. Hingga saat ini, APK kandidat belum dipasang. Pasalnya, pasca pencabutan nomor urut beberapa waktu lalu, desain APK kandidat butuh penambahan nomor urut.

“Sudah kita rapatkan bersama LO pasangan calon. Ada beberapa desain kita minta perbaiki karena tidak sesuai PKPU,” lanjutnya.

Terpisah, calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid, mengatakan, pihaknya melalui LO sudah memberikan desain APK kepada KPU untuk dicetak. “Sudah diserahkan desain ke KPU,” kata NH.

Soal kampanye, NH mengaku telah mempersiapkan diri serta lokasi yang akan dijadikan lokasi kampanye akbar nanti. Termasuk program unggulan yang akan ditawarkan kepada masyarakat.

“Soal lokasi kampanye juga telah kami siapkan, apalagi dengan program yang kami tawarkan nanti,” ujarnya.

Terpisah, Juru Bicara Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (IYL-Cakka), Henny Handayani, mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh tim dan relawannya untuk tidak membuat gerakan tambahan diluar aturan PKPU.

Artinya, selama masa kampanye hingga pencoblosan, tim dan relawan akan menjunjung tinggi sportivitas di lapangan dan bekerja sesuai dengan aturan yang ada. “Kami patuh pada aturan main yang telah ditetapkan,” kata Henny.

Bahkan, kata Henny, tim dan relawan telah dibekali dengan berbagai strategi yang sesuai dengan aturan yang ada. Sehingga, untuk kerja-kerja di luar aturan yang dinilai melanggar, sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi.

“Kami mengimbau kepada segenap tim untuk melakukan kegiatan kampanye sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang ada,” tegasnya. (*)


div>