SELASA , 13 NOVEMBER 2018

Kandidat, Mohon Jangan Gembira Dulu

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 07 Agustus 2017 09:32
Kandidat, Mohon Jangan Gembira Dulu

int

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Sejumlah partai politik (Parpol) telah melakukan fit and proper tes kepada kandidat calon Wali Kota Makassar yang ingin bertarung pada Pilwalkot Makassar 2018 mendatang.

Meski mendapat banyak aplaus saat uji kelayakan, parpol belum tentu memberikan SK rekomendasi usungan. Bahkan partai semisal Golkar, Demokrat, yang punya kader belum pasti mengusung kadernya.

Saat dikonfirmasi, Ketua Tim Sembilan Desk Pilkada Golkar Sulsel, Kadir Halid mengungkapkan, kriteria figur yang diinginkan Golkar pada Pilwalkot Makassar 2018 mendatang sangat jelas diatur dalam aturan partai berlambang pohon beringin ini.

“Kriteria sangat jelas, kandidat punya elektabilitas tinggi, loyal dan komitmen terhadap partai. Juga berjanji memenangkan usungan Golkar di Pilgub Sulsel yakni, Nurdin Halid – Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz),” ujarnya, Minggu (6/8).

Menurut Ketua Bappilu Gokar Sulsel ini, Partai Golkar tidak bisa menjamin untuk mengusung kader sendiri. Hal ini berdasarkan aturan partai regulasi usungan figur tergantung keputusan DPP berdasarkan hasil survei yang dilakukan tim desk Pilkada.

Salah satu hal urgensi kata Kadir, adalah pakta integritas yang dibuat para figur saat fit and proper test adalah memenangkan NH-Aziz pada Pilgub Sulsel.

[NEXT-RASUL]

“Gokar partai besar, juga punya banyak kader. Hanya saja kita mau ikuti aturan partai sehingga siapa pun yang diusung tergantung survei. Elektabilitas harus tunggi,” ungkap Kadir.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel ini menambahkan, saat ini DPP memberikan perpanjangan waktu sehingga jadwal survei hingga akhir bulan Agustus sebelum dilakukan perampungan hasil. “Dan hasilnya akan keluar bulan September,” jelasnya.

Hal yang sama juga berlaku di Partai Gerindra. Ketua DPD Gerindra Sulsel, Idris Manggabarani (IMB) menyebutkan, prosesi usungan di Pilwalkot saat ini sementara berjalan yakni survei dilakukan oleh tim desk Pilkada. “Saat ini survei berjalan, jadi kita masih menunggu hasil,” ujarnya.

Menurutnya, dari hasil survei, tak serta merta diumumkan, akan tetapi akan dikirim ke DPP untuk memberikan pertimbangan siapa figur yang layak akan mendapat rekomendasi di Pilwalkot.

Kendati demikian, lanjut IMB, figur yang diusung di Pilwalkot sama seperti daerah lain, berjanji dan berkomitmen untuk memenangkan Ketua Umum Gerindra, Prabowo pada Pilpres 2019 mendatang.

“Dalam aturan sudah jelas, apalagi saat mengikuti uji kepatutan dan kelayakan, figur yang ingin diusung harus memenangkan pak Prabowo di Pilpres nanti,” kata IMB.

[NEXT-RASUL]

Ia juga menambahkan, kriteria yang menjadi haluan untuk diusung figur adalah berpatokan pada survei. Oleh sebab itu, lanjut dia siapapun yang diusung itu berdasarkan hasil survei. “Tetap berpatokan pada survei. Jika elektabilitas tinggi maka itu yang kita dorong,” tutup IMB.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Sulsel, Iqbal Arifin menuturkan, terkait persoalan bakal calon Wali Kota Makassar yang akan diberikan rekomendasi usungan menjadi keputusan DPP PDIP sepenuhnya.

Dimana, kata dia, DPD PDIP Sulsel hanya mengikuti mekanisme atas intruksi DPP yakni tes wawancara bakal calon beberapa waktu lalu. “Yang fit nanti itu DPP, kita ikuti mekanisme saja,” ungkapnya.

Bahkan, saat disinggung terkait kriteria maupun persyaratan yang mungkin menjadi keputusan PDIP kepada bakal calon untuk mendapatkan rekomendasi, Iqbal menegaskan bahwa hal itu bukan kewenangan DPD melainkan DPP PDIP. “Kalau soal kriteria dan persyaratan itu urusan DPP,” jelasnya.

Iqbal menjelaskan, fit and proper test yang akan dilakukan oleh DPP PDIP kemungkinan besar akan dilaksanakan di DPD PDIP Sulsel. Hal itu merujuk pada mekanisme dan tahapan yang dilakukan pada pemilihan kepala daerah periode lalu.

Selain fit and Proper test, Iqbal juga menyebutkan akan ada test psikologi bakal calon nantinya. Sehingga, PDIP juga akan mendatangkan tim inti untuk melakukan test tersebut. “Kemungkinan fit and propertestnya disini (Sulsel), DPP yang datang, seperti tahun-tahun yang lalu,” paparnya.

Sementara DPD Demokrat Sulsel hingga saat ini belum juga menentukan kriteria bakal calon kepala daerah yang akan diusung pada Pilkada 2018 mendatang, meski sejumlah calon telah melakukan pendaftaran dipartai berlambang mercy tersebut.

[NEXT-RASUL]

Ketua Bapillu Demokrat Sulsel Demokrat, Selle KS Dalle mengatakan, sejauh ini pihaknya masih melakukan verifikasi data-data hasil penjaringan yang telah dilakukan oleh 12 DPC. “Saat ini kita di DPD masih melakukan verifikasi data-data yang telah terjaring di DPC, selanjutnya penandatanganan pakta integritas, baru fit and proper test,” katanya.

Selle menegaskan, jika partainya belum membicarakan arah usungannya. Termasuk Pilwalkot Makassar. “Kita belum bicara kesana, kita minta semua calon agar mengikuti tahapan dan mekanise hingga akhir, pada akhirnya nama-namanya akan mengerucut, seperti apa yang kita inginkan, begitupula yang diinginkan oleh DPP,” ungkapnya.

Salah satu bakal calon Wali Kota Makassar, Irman Yasin Limpo mengungkapkan sudah  menjalani proses tahapan wawancara yang dilakukan oleh beberapa partai.

None–sapaan akrab Irman Yasin Limpo secara spesifik mengaku akan berusaha memenuhi syarat yang diajukan partai lain, termasuk Golkar yang syaratnya memenangkan NH-Aziz dalam PilgubSulsel 2018 mendatang.

“Insya Allah saya akan memenuhi syarat yang diajukan Golkar, sepanjang semua saling menguntungkan,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Sulsel tersebut.

None yang juga merupakan adik kandung Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengaku, selain syarat untuk memenangkan NH – Aziz pada Pilgub Sulsel, None juga mengaku siap berpasangan dengan siapapun asalkan mampu mendongrak perolehan suara nantinya.

Namun None belum ingin fokus menentukan siapa wakilnya nantinya, karena dirinya ingin fokus mengejar partai koalisi sebagai syarat utama untuk dapat maju di Pilwalkot Makassar.

[NEXT-RASUL]

“Saat ini saya fokus dulu mencari partai sebagai kendaraan politik, masalah wakil kita nanti lihat siapa yang bisa saling mengisi,” pungkas None.

Terpisah, Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal mengungkapkan akan fokus terhadap penyamarataan kesejahteraan. Hal itu ia ungkapkan saat menjalani fit n proper test sebagai bakal calon wali kota di Partai Amanat Nasional (PAN), Sabtu (5/8).

Saat itu, Syamsu Rizal membeberkan gagasannya terkait arah pembangunan di Kota Makassar jika diberikan amanah oleh masyarakat. “Makassar salah satu kota paling unik, karena semua indikator ekonomi kemasyarakat bercampur baur. Pertumbuhan 15 tahun terakhir jauh diatas rata-rata nasional, tahun ini mencapai 7,9 persen,” ujarnya.

Selain itu, Deng Ical–sapaan akran Syamsu Rizal menyampaikan misi mewujudkan Makassar sebagai Kota Daeng yang mendunia, dan nyaman untuk semua, agar Kota Makassar tetap mampu tumbuh dan memberikan kenyamanan bagi masyarakatnya tanpa harus kehilangan identitas.

Menanggapi hal itu, Konsultan Politik Jaringan Suara Indonesia (JSI) Nursandy menuturkan, uji kelayakan dan kepatutan bukanlah tahap akhir bagi parpol dalam menentukan usungannya. Tapi bertujuan untuk mendengar paparan konsep dan komitmen kandidat bagi parpol.

“Kandidat yang telah menjalani uji kelayakan dan kepatutan meski dinilai memuaskan, tapi tidak otomatis akan mendapatkan SK dukungan,” ungkapnya.

[NEXT-RASUL]

Nursandy menjelaskan, Parpol umumnya akan mengacu pada hasil survei dan keuntungan politik apa yang didapatkan sebelum memberikan dukungan.

“Para kandidat tetap harus berupaya meyakinkan parpol dengan berbagai macam pendekatan. Kepiawaian komunikasi dan negosiasi politik ikut menentukan kemana dukungan parpol diberikan,” bebernya. (E)


div>