SENIN , 21 MEI 2018

Kandidat Mulai “Perang” Atribut Peraga

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Selasa , 16 Mei 2017 16:13

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM– Tersisa sekitar satu tahun jelang Pilgub Sulsel, tensi persaingan semakin meningkat. Selain mulai saling serang di media sosial, perang atribut peraga juga sudah digencarkan.

Di hampir semua kabupaten/kota para tim dan relawan kandidat yang menguat maju memanfaatkannya dengan menyebar atribut. Seperti baliho, spanduk, banner, maupun stiker.

Berdasarkan pantauan, tercatat ada lima kandidat yang atributnya tergolong massif di daerah. Mereka adalah Abd Rivai Ras, Nurdin Abdullah, Nurdin Halid, Rusdi Masse, Agus Arifin Nu’mang. Sementara Ichsan Yasin Limpo, baru nampak di sebagian daerah.

Dari pemasangan atribut tersebut, seperti banner, sebagian relawan kandidat menggunakan jalan pintas dengan cara memaku di pohon-pohon. Selain itu, penempatan baliho juga banyak ditemukan membahayakan pengguna jalan, karena ditempatkan di pinggir jalan yang sewaktu-waktu bisa jatuh ke badan jalan.

Memasang banner dengan cara dipaku, banyak terlihat di wilayah Luwu Raya, Sidrap, Pinrang, Bone, Soppeng, Wajo, Takalar, Jeneponto, Sinjai, serta beberapa daerah lainnya.

Selain baliho, spanduk dan banner para kandidat gubernur, atribut peraga kandidat bupati/wali kota juga semakin massif di 12 daerah yang menggelar pilkada serentak Juni 2018 mendatang. Pemasangannya, sebagian dipaku ke pohon-pohon.

Juru Bicara Ichsan Yasin Limpo, Rezky Fatmala Passalo, menuturkan, sejauh ini pihaknya sudah mendapat informasi jika beberapa kelompok relawan dan simpatisan berinisiatif memasang alat peraga, seperti baliho, spanduk maupun banner.

Meski demikian, Key, sapaan akrab Rezky tetap menghimbau kepada relawan dan simpatisan agar tetap memperhatikan estetika kota dalam setiap pemasangan atribut. Seperti tidak memasang banner dengan cara dipaku.

“Karena banyak sekali bentuk dukungan dan simpati kepada punggawa dalam berbagai bentuk,kita menghimbau agar pemasangan atribut tidak mengganggu atau merusak pohon dengan cara memaku,” imbau perempuan asal tanah Luwu ini, Selasa (16/05/17).

Sementara itu, Adik Kandung Nurdin Halid, Kadir Halid, tidak menampik jika banyak atribut peraga jagoan Golkar itu sudah terpasang di daerah. Hanya saja sesuai laporan, tidak sedikit alat peraganya diklaim dirusak oleh orang tak dikenal.

“Sudah terjadi pengrusakan dan pencabutan baliho NH, termasuk dibeberapa titik di Makassar,” kata Kadir yang juga ketua Bappilu DPD I Golkar Sulsel kepada wartawan, belum lama ini.


Tag
div>