MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

Kandidat Pilih “Potong Kompas”

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 11 April 2017 09:53
Kandidat Pilih “Potong Kompas”

int

MAKASSAR, RakyatSulsel.com– Tahapan Pilgub Sulsel 2018 sisa menghitung bulan. Lobi-lobi politik kandidat pun kian vulgar.

Tak hanya membangun komunikasi di tingkat DPD, kandidat bahkan nekat menemui langsung elite parpol di pusat demi mengamankan tiket dukungan Pilgub.

Misalnya saja yang dilakukan Agus Arifin Nu’mang yang kabarnya menemui Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Hal sama juga dilakukan Ichsan Yasin Limpo yang bertemu langsung Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais.

Sejauh ini baru Golkar dan PAN yang sudah bulat menentukan pilihan. Sementara parpol lainnya masih tetap menjagokan ketua masing-masing. Ada juga yang menunggu arahan DPP.

Partai Gerindra misalnya, Ketua Bappilu Sulsel, Idris Manggabarani (IMB) mengatakan hingga saat ini partai Gerindra Sulsel belum melakukan gerakan tambahan dalam artian belum menentukan pilihan pada kandidat yang akan diusung pada Pilgub Sulsel 2018 mendatang.

Menurutnya, hingga saat ini pihaknya masih tetap menunggu instruksi dari DPP terkait juknis prosedur yang dilakukan dalam penjaringan. “Semua nama memang kita yang usulan dari DPD Sulsel. Hanya saja yang menentukan DPP, hingga kini belum ada figur yang menonjol untuk diprioritaskan. Semua masih tahap komunikasi,” ujarnya, Senin (10/4) malam.

Dijelaskan, saat ini memang ada beberapa figur yang ingin menjajaki komunikasi politik dengan Gerindra. Bahkan kata dia, para figur juga melakukan komunikasi melalui DPP. Hanya saja hingga saat ini belum ada putusan maupun informasi nama figur yang akan diusung Gerindra di Pilgub mendatang.

[NEXT-RASUL]

“Kalau soal komunikasi politik memang ada. Figur seperti Bro Rivai, Pak Agus AN, juga figur lainnya. Tapi kita belum pastikan siapa yang diplot maju,” tuturnya.

Lain halnya denga NasDem Sulsel. Sekretaris DPW Partai NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif secara terang tegangan menyebutkan seluruh kader NasDem menginginkan Rusdi Masse maju bertarung di Pilgub Sulsel 2018.

“Soal siapa yang akan NasDem usung urusan belakang, saat ini semua kader NasDem memprioritaskan pak ketua RMS untuk maju di Pilgub,” tuturnya.

Dia menambahkan, dorongan tersebut bukan hanya semata dari internal NasDem, melainkan dari berbagai kalangan komunitas juga masyarakat. “Itu semua menjadi aspirasi sehingga pak RMS jadi prioritas,” tambah dia.

Sementara Sekretaris DPD PDIP Sulsel Rudy P Goni mengakui sejauh ini PDIP berkomunikasi secara personal dengan beberapa balon gubernur. Di antaranya Agus Arifin Nu’mang, Ichsan YL, maupun Burhanuddin Andi serta NH.

“Namun itu tidak berarti dukungan bisa diberikan, bila yang bersangkutan tidak melakukan pendaftaran. Selain itu PDIP punya mekanisme sebelum mengusung,” tuturnya.

[NEXT-RASUL]

Rudy memastikan partainya akan membuka ruang berkoalisi dengan partai lain di Pilgub Sulsel nantinya. Meski begitu, dirinya enggan menanggapi posisi PDIP dalam menentukan jumlah usungan pada Pilgub mendatang. Menurutnya semua masih cair dan partainya hanya akan melihat perkembangan arah koalisi.

“Tentu siap bekerjasama dalam hal sama-sama berjuang untuk kepentingan rakyat, kami dukung,” tegasnya.

Sulit Head to Head

Menanggapi hal itu, Supervisor Strategi Pemenangan Jaringan Suara Indonesia (JSI) Arif Saleh menuturkan, pasca-Nurdin Halid mengantongi dukungan resmi dari DPP Golkar, pertarungan di Pilgub Sulsel semakin mengerucut.

Menurut Arif, Pilgub Sulsel 2018 mendatang maksimal bisa diikuti empat pasangan. Malah memungkinkan tiga pasangan, jika di waktu yang tersisa sebelum pendaftaran Nurdin Halid mampu meyakinkan Nurdin Abdullah sebagai pasangannya.

“Untuk sekarang, baru dua kandidat yang hampir dipastikan bisa maju bertarung di posisi calon gubernur. NH, dan Ichsan Yasin Limpo. Selebihnya belum bisa dikategorikan aman. Sangat tergantung dengan penjajakan koalisi dan dinamika yang berkembang kedepannya,” ungkap Arif, saat dihubungi via seluler (10/4).

Menurutnya, selain NH yang tidak dipusingkan lagi dengan syarat dukungan, karena Golkar memenuhi syarat mengusung pasangan meski tanpa koalisi. Ichsan juga nyaris tidak ada lagi hambatan jika maju lewat jalur perseorangan. Mengingat, dukungan melalui KTP dikabarkan sudah terpenuhi.

[NEXT-RASUL]

“Dua pasangan lain, bisa mengerucut ke Agus Arifin Nu’mang. Dengan catatan, mampu meyakinkan Gerindra, PKB dan partai peraih kursi lainnya. Sementara satu pasangan lain, memungkinkan muncul dari poros koalisi Demokrat, NasDem, PKS atau PDIP,” jelas Arif.

Soal satu pasangan itu, memungkinkan memunculkan Nurdin Abdullah, Rusdi Masse. Termasuk Abd Rivai Ras, jika bisa meyakinkan elite parpol di level pusat. “Tetapi kalau sampai NA memilih menjadi pendamping NH, dan parpol lain dukungannya terbagi ke tiga nama (NH, IYL, Agus), maka potensi tiga pasangan sangat terbuka,” paparnya.

Soal head to head di Pilgub Sulsel 2018, Arif menilai sulit terwujud. Pasalnya, selain NH dan IYL yang hampir dipastikan maju berlawanan, kans figur lain diyakini bisa membetuk poros koalisi tersendiri yang membuka ruang pertarungan lebih dari dua pasangan.

Terpisah, Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto mengatakan masih ada 68 kursi yang bisa diperebutkan kandidat. Sehingga, tidak terlalu menjadi persoalan bagi kandidat lain untuk menggalang dukungan maupun menentukan pasangan.

“Partai Golkar sudah menentukan sikap, memilih start lebih awal. Beberapa kader Golkar yang berminat running di Pilgub, mesti mengusahakan kendaraan lain,” ungkapnya.

Untuk kandidat lain, Luhur menilai peluang untuk kandidat lain masih sangat terbuka lebar. Tentunya, dengan jalur masing-masing kandidat yang akan ditempuh untuk maju di Pilgub. Sehingga, peluang menjadi penantang NH masih dapat diperhitungkan.

[NEXT-RASUL]

“Saya kira kader lain seperti IYL dan AAN masih sangat berpotensi menantang usungan Golkar. Khusus IYL, sepertinya sudah siapkan alternatif jalur independen dan partai politik. AAN perlu segera memastikan dukungan Gerindra untuk melanjutkan harapan di Pilgub. NH, IYL dan AAN termasuk di lingkaran pertama kandidasi,” jelasnya.

Di luar nama-nama itu, Luhur menjelaskan, di lingkaran kedua, masih ada NA, RMS serta Bro Rivai, yang masing-masing memperebutkan dukungan dari poros utama Demokrat, Hanura dan PKS. Dimana, tentunya Partai Nasdem akan mengikuti pilihan posisi politik RMS.

“NA dan Bro Rivai mengandalkan dukungan Demokrat untuk tetap survive di kandidasi. Nama-nama ini juga berpotensi di gandeng sebagai calon Wakil pasangan dari lingkaran pertama,” jelas Luhur.

“Saya kira perebutan calon wakil pasangan juga tidak kalah kompetitifnya, karena sumber daya kandidat yang mendeclare siap menjadi posisi calon wakil tidaklah banyak tersedia. Khusus di lingkaran ini, ada nama Andi Mudzakkar, AQM, dan TBL, yang sedari awal hanya mengincar posisi 02,” lanjutnya.

Namun, Luhur menegaskan, untuk saat ini politik masih penuh kemungkinan-kemungkinan. Dimana, segala sesuatu yang terjadi saat ini dalam lingkaran politik jelang Pilgub tentu menunggu sampai last minute pencalonan. Setiap kandidat dan partai bisa bermanuver. (E)


div>