RABU , 13 DESEMBER 2017

Kandidat Ramai-ramai Borong Parpol

Reporter:

Iskanto - Suryadi - Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Kamis , 16 November 2017 11:46
Kandidat Ramai-ramai Borong Parpol

Dok .RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Aksi borong Partai Politik (Parpol) pengusung dilakukan sejumlah kandidat di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018. Diduga, hal itu dilakukan karena mereka tidak percaya diri bisa memenangkan kontestasi politik lima tahunan tersebut.

Sebut saja Fatmawati Rusdi di Sidrap, Andi Fashar Padjalangi di Bone, Muslimin Bando di Enrekang, Judas Amir di Palopo, dan Abdul Latif di Pinrang. Selain Bone, Enrekang, dan Palopo, dua daerah lainnya merupakan daerah tanpa petahana.

Di Sidrap, Fatmawati Rusdi adalah istri dari Rusdi Masse, yang saat ini masih menjabat Bupati Sidrap. Sedangkan Abdul Latif yang maju di Pinrang merupakan Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel. Aksi borong partai diduga karena ada kandidat takut kalah, sehingga menggunakan trik borong partai untuk menutup celah kandidat lain untuk maju.

Pakar Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto, menuturkan, borong parpol yang dilakukan oleh kandidat semata-mata ingin menyelesaikan kontestasi tanpa kendala yang patut dikhawatirkan. Karena memang, kandidat yang tidak memiliki parpol kecil kemungkinannya untuk dapat ikut bertarung, kecuali menyiapkan alternatif lain.

“Kandidat yang memborong partai politik sepertinya ingin menyelesaikan pertarungan lebih awal. Kontestasi diperebutkan partai pengusung menjadi sangat kompetitif,” tuturnya.

Apalagi memang, memborong parpol merupakan salah satu strategi jitu untuk menjegal kandidat lain ikut berkontestasi. Hal itu juga akan membuka peluang menang kandidat semakin besar.

“Kandidat mengendarai partai bukan sekedar syarat untuk berkompetisi, tetapi sudah bagian dari strategi pemenangan juga. Regulasi juga tidak memberi batasan maksimal persentase dukungan,” jelas Luhur.

Namun memang, kata dia, sistem pengambilan keputusan di parpol sangat sentralistik. Kemampuan kandidat memborong partai mencerminkan hubungan sang kandidat dengan elite partai nasional.

“Begitu pula sebaliknya. Meskipun kemampuan itu tidak selalu linier dengan arah dukungan masyarakat pemilih,” terangnya.

Menanggapi hal itu, Bakal Calon Bupati Sidrap, Fatmawati Rusdi, mengakui, dirinya diusung partai atas dasar komunikasi politik serta kedekatan hubungan emosional. Ia menyebut, dukungan yang diberikan parpol setelah dirinya mengikuti semua mekanisme yang berlaku di semua partai.

“Kalau dibilang borong parpol tidak juga. Saya dapat partai atas komunikasi politik. Partai yang memberikan rekomendasi ke saya. Itu saya sudah ikuti mekanisme dan prosedur tahapan,” kata Fatmawati.

Senada dikatakan kandidat petahana Enrekang, Muslimin Bando. Ia menegaskan, sejumlah partai memberikan dukungan karena menginginkan dirinya kembali memimpin Bumi Massenrengpulu. Seperti Golkar (tujuh kursi), PAN (tujuh kursi), Gerindra (tiga kursi), Demokrat (tiga kursi), dan PDIP (satu kursi).

“Meskipun yang diberikan baru sebatas surat tugas, tapi kita tunggu saja rekomendasi dari DPP,” kata Muslimin Bando.

Menurut Muslimin Bando, sejauh ini ada beberapa kandidat yang mengklaim jika mereka mendapatkan surat tugas dari partai yang sama. Namun, ia optimistis dukungan akan tetap diberikan kepadanya.

“Saat ini ada teman-teman yang mengklaim jika ada yang mendapatkan dua belas kursi, enam kursi, dan ada juga sudah mau melakukan deklarasi. Kelihatannya menyisakan dua belas kursi lagi,” ucapnya.

Ia menyampaikan, banyaknya dukungan yang diberikan parpol kepada dirinya, bukan karena ingin menjegal kandidat lain untuk maju. Namun, partai yang memberikan rekomendasi kepada dirinya karena melihat kinerjanya selama ini.

“Sesungguhya partai itu mengusung kembali incumbent karena kinerja, dan koperatif dengan melakukan komunikasi dengan baik dengan seluruh partai,” ungkapnya.

Sementara, PAN memastikan mengusung Muslimin Bando. Mengingat, partai yang berlambang matahari terbit tersebut telah dipimpin Muslimin Bando pada periode pertama, sebelum berlabuh ke Golkar. “Kita sudah pasti mengusung Pak Muslimin Bando,” kata Wakil Ketua PAN Sulsel, Usman Lonta, saat dihubungi terpisah.

Sedangkan, Partai Demokrat belum bisa memastikan apakah akan mengusung Muslimin Bando. Tetapi, surat tugas telah diberikan kepada Bupati Enrekang tersebut.
“Saya kira masih bisa berubah. Kan ada jangka waktu yang kita berikan untuk memenuhi syarat usungan. Salah satunya adalah soal wakil,” kata Ketua Bapilu DPD Demokrat Sulsel, Selle KS Dalle.

Terpisah, Partai NasDem Sulsel melalui juru bicaranya, M Rajab, menjelaskan, NasDem memberikan rekomendasi kepada Fatmawati Rusdi, sesuai dengan survei dan keputusan DPP. NasDem ingin menang di pilkada serentak, sehingga rekomendasi yang diberikan harus tepat sasaran pada figur yang dianggap berpotensi menang.

“Pada intinya, rekomendasi partai ke kandidat sudah dipikirkan matang-matang. Kita kan target menang,” kata Rajab.

Senada dikatakan Ketua DPW PPP Sulsel, M Aras. Ia mengatakan, selain karena Fatmawati Rusdi adalah kader internal PPP, ia juga memiliki potensi untuk menang. Karena itu, PPP memberikan rekomendasi dan bertekad memenangkannya di Pilkada Sidrap.

“Kita anggap Bu Fatma salah satu kader yang berpotensi menang. Itu sebabnya, kita tekad memperjuangkan beliau agar menang,” kata Aras. (*)


div>