SELASA , 23 OKTOBER 2018

Kandidat Walikota 2013 Sebut Demokrasi Makassar Dimatikan

Reporter:

Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Selasa , 24 April 2018 18:34
Kandidat Walikota 2013 Sebut Demokrasi Makassar Dimatikan

Mantan calon Walikota Makassar Priode 2013, Erwin Kallo (kanan) bersama Wakil Direktur Rakyat Sulsel, Imran Umar (kanan) saat di Kantor Rakyat Sulsel Jalan Sultan Alauddin, Senin (24/4). Foto: Fahrullah/RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Mantan calon Walikota Makassar Priode 2013, Erwin Kallo menilai, batalnya pasangan Walikota dan Wakil Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto – Indira Mulyasari (DIAmi) adalah membunuh demokrasi yang ada di Makassar.

“Saya tidak memiliki kepentingan, tapi kalahnya Danny Pomanto ini membunuh demokrasi yang ada di Makassar,” ungkapnya saat mengunjungi kantor Harian Rakyat Sulsel, Selasa (24/4).

Dirinya menyebutkan pesta demokrasi yang ada saat ini sangat berbeda pada saat dirinya maju ditahun 2013 lalu, dimana Erwin Kallo memiliki 9 rival  kandidat yang merupakan putra-putri terbaik kota Makassar. Namun tidak ada pencekalan setelah terjadi penetapan oleh KPU.

“Apa yang terjadi di Pilwalkot Makassaer 2013. Ada  10 paslon dan itu sangat meriah sekali dan kami tidak ada satupun pasangan yang melakukan pencekalan, karena kami anggap pesta demokarsi ini adalah untuk semua masyarakat, walau ada juga melakukan kecurangan,” ucapnya.

 

Dia berharap, Pilkada Makassar bisa hidup kembali setelah pasangan Appi-Cicu dipastikan akan melawan kolong kosong.  “Ini pembelajaran untuk kita semua, agar pesta demokrasi ini tidak mati makan harus ada yang menyuarakan pilih kotak kosong,” ujarnya.

Erwin Kallo juga meminta kepada semua kalangan yang ada di Kota Makassar, agar tetap menjaga kondisi kota daeng ini agar tetap kondisif. “Kita berharap orang-orang yang tidak menerima agar bisa tetap menjaga keamanan kota Makassar dan tidak berbuat anarkis,” tutupnya. (*)


div>