SELASA , 21 AGUSTUS 2018

Kantongi Bukti Kuat, KPU Bantaeng Tak Gentar Hadapi Sidang di MK

Reporter:

Jejeth

Editor:

Lukman

Minggu , 29 Juli 2018 18:30
Kantongi Bukti Kuat, KPU Bantaeng Tak Gentar Hadapi Sidang di MK

Andi Harianto

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Setelah Sidang pendahuluan Dismissal perkara gugatan hasil pilkada Bantaeng digelar di Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (27/7) lalu, KPU Kabupaten Bantaeng selaku termohon nampaknya tidak gentar menghadapi Paslon nomor urut 2, Andi Sugiarti – Andi Mappatoba (Sumanga’NA) selaku pemohon.

Bagi KPU Bantaeng, setelah sidang pendahuluan, maka pemohon, termohon dan pihak terkait akan mengajukan alat bukti masing – masing. Jika alat bukti tidak meyakinkan hakim maka perkara tersebut tidak akan dilanjutkan.

“Inikan baru sidang pendahuluan, setelah sidang pendahuluan baru masing – masing pengajuan alat bukti. Untuk disidang dismissal pada tanggal 9 – 18 Agustus mendatang,” jelas Divisi Data dan Informasi Teknik Penyelenggaraan KPU Bantaeng, Andi Harianto, Minggu (29/7).

Dia menegaskan bahwa sidang dismissal nantinya akan menentukan lanjut tidaknya perkara gugatan hasil Pilkada Bantaeng.

“Nanti pada sidang dismisal ditentukan lanjut atau tidak lanjut,” tegasnya.

Bagi dia, KPU Bantaeng optimis menang dalam perkara tersebut. Alasannya tidak lain karena sebagai pihak penyelenggara dia tentunya telah mengantongi bukti – bukti yang cukup kuat.

“Alat bukti kami sudah kami siapkan dan sudah lengkap apalagi kami telah melaksanakan tahapan dan telah sesuai dengan prosedur serta regulasi yang ada,” jelas dia.

Lebih lanjut, dia mempertegas bahwa tidak ada Pemugutan Suara Ulang (PSU) pada delapan kecamatan seperti disebutkan oleh kuasa hukum pemohon, Feldy Taha, kepada Hakim MK pada saat sidang pendahuluan.

“Kami siap menghadapi segala kemungkinan. Kalau dia (Pemohon) bisa mengajukan alat buktinya dan hakim yakin, ya dilakukan. Tapi kami juga akan mengajukan bukti – bukti yang kuat dan meyakinkan hakim bahwa tidak boleh ada PSU di delapan kecamatan karena tidak ada keberatan di delapan kecamatan. Bagaimana caranya PSU kalau tidak ada yang keberatan di delapan kecamatan,” tegasnya. (*)


div>