JUMAT , 25 MEI 2018

Kantor NU Diteror Sekelompok Orang Bertopeng

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Minggu , 30 September 2012 18:09
Kantor NU Diteror Sekelompok Orang Bertopeng

ILUSTRASI

ILUSTRASI

MAKASSAR – Teror kembali terjadi di Kota Makassar. Kali ini dialami ormas Islam Nahdatul Ulama (NU). Kantor Pengurus Wilayah (PW) NU Sulsel di Jl Perintis Kemerdekaan dirusak sekelompok orang tak dikenal, Sabtu (29/9) dinihari sekitar pukul 03.00 WITA. Belum jelas motif pengrusakan tersebut.

Namun, dari informasi yang dihimpun dari saksi mata, sekelompok orang bertopeng bak ninja melakukan pengrusakan. Tak ada korban jiwa, namun terdapat kerusakan di beberapa bagian di kantor yang berada di dalam di lingkungan kampus Universitas Islam Makassar (UIM) tersebut, terutama pecahnya kaca-kaca jendela.

“Kejadiannya begitu cepat, pelakunya memakai penutup wajah seperti ninja. Jumlahnya belasan. Ada yang bawa parang dan bom molotov. Saat itu ada kegiatan mahasiswa,” ucap Ashar, mahasiswa UIM.

Pengrusakan Kantor NU langsung mendapat reaksi dari Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Anshor Sulsel, Muhammad Tonang Cawidu. Tonang mendesak agar aparat kepolisian bekerja dengan profesional dan mengusut tuntas serta menangkap pelaku pengurusakan Kantor PW NU Sulsel. “Ini sangat  merisaukan karena yang diserang adalah induk organisasi kami,” tandasnya saat dikonfirmasi, malam tadi.

Lebih lanjut Tonang menjelaskan, GP Ansor merupakan salah satu badan otonom (Banom) NU, dengan segmentasi pemuda. “Ansor menghimpun barisan muda NU, termasuk juga dalam hirarki Ansor adanya organisai Barisan Serbaguna (Banser Ansor) yang akan disiagakan untuk menjaga kantor NU,” bebernya.

Terkait penanganan aparat, Tonang prihatin, sebab selama ini aparat kepolisian kurang profesional. Terbukti polisi tak mampu mengungkap kasus-kasus penyerangan yang menjadikan fasilitas sebagai sasaran kekerasan. “Belum pernah ada yang diusut tuntas,” tegas mantan aktivis PMII ini.

Meski demikian, Tonang mengharapakan agar polisi dapat mengusut tuntas kejadian ini.

Sementara itu, Rais Tanfidz NU Sulsel, KH Zaein Irwanto mengharapkan agar warga NU tidak terprovokasi atas kejadian ini, sebab kejadian ini telah diserahkan pada pihak kepolisian, terutama kepada mahasiswa yang melakukan aktivitas di situ. “Kami harap warga NU dan mahasiswa tak terprovokasi,” ungkapnya.

Sebab, baginya, NU adalah organisasi yang moderat, dan sepanjang sejarah tak memiliki musuh. Zaen mempercayakan sepenuhnya kepada pihak berwenang untuk menyelesaikan kasus ini.

Terpisah, mantan Ketua Garda Bangsa, Lukman Sanusi mempertanyakan sikap pengurus NU yang adem-ayem terhadap hal ini. “Apalagi ini kejadian yang kedua dalam kurun satu tahun,” terang alumni PMII ini.

“Malu rasanya jika organisasi kita diserang, lantas kita tidak melakukan tindakan elegan,” ungkapnya dengan nada kesal.

Selain itu Lukman juga menegaskan kurang profesionalnya aparat keamanan, yang tidak mampu mengusut tuntas kejadian ini. Hal ini, dikuatirkan bisa memicu bola liar, sebab kantor adalah simbolisasi organisasi.

“Kalau kantornya sudah dibom, maka kita sudah tidak diperhitungkan lagi, apalagi kejadian ini adalah kali kedua, dalam kurun kurun satu tahun ini,” tuntasnya,

Dikonfirmasi, Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Chevy Ahmad Sopari mengatakan, pihaknya telah menyelidiki, dan mengembangkan kasus ini. “Kami telah melakukan penyelidikan atas kejadian ini,” terangnya, malam tadi. Chevy berjanji bahwa aparat kepolisian akan bekerja secara profesional. (RS11/E)


Tag
div>