SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Kapal Pinisi Masuk Nominasi Warisan Budaya Dunia

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 08 Agustus 2017 09:51
Kapal Pinisi Masuk Nominasi Warisan Budaya Dunia

ASHAR ABDULLAH/RAKYATSULSEL/C KUNJUNGAN. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menerima kunjungan Duta Besar/Deputi Wakil Tetap RI untuk UNESCO, Fauzi Soelaiman di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (7/8).

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menerima kunjungan Duta Besar/Deputi Wakil Tetap RI untuk UNESCO Fauzi Soelaiman di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (7/8).

Kunjungan ini terkait terdaftarnya Kapal Pinisi sebagai nominasi warisan dunia atau intangible cultural heritage (ICH) atau warisan budaya tidak berbenda di UNESCO.

United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) merupakan organisasi/badan khusus dibawah naungan Perserikatan Bangsa Bansa (PBB) yang membidangi pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan.

Fauzi yang didampingi oleh Kepala Kantor Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Selatan, Faizal mengatakan, sebelum diumumkan, akan dilakukan perkenalan dan sosialisasi berupa pementasan terkait Kapal Pinisi di Prancis pada bulan Oktober mendatang.

Rencananya jika memenuhi semua persyaratan maka akan diumumkan diakhir bulan Desember nanti. “Akan diadakan pagelaran, ditampilkan penggalan naskah I La Galigo tentang Phinisi. Menjelaskan apa itu Phinisi, I La Galigo sendiri sudah terdaftar di Memory of The World pada tahun 2011,” kata Fauzi.

Pegelaran ini sebagai perkenalan dan evaluasi untuk UNESCO. Kemudian pengumumannya di bulan Desember di Korea Selatan.

[NEXT-RASUL]

Sementara itu, SYL menyambut dengan antusias terdaftarnya Kapal Pinisi di UNESCO. “Pinisi itu akan menjadi warisan dunia. Waktu untuk pementasan dua bulan sangat mepet, kita butuh ekstra perhatian untuk persiapan,” ujar SYL.

Sebagai sebuah heritage dunia yang berasal dari Sulawesi Selatan merupakan sebuah kebanggaan. Untuk itu SYL pun berharap pagelaran berdurasi kurang lebih satu jam ini dapat dipersiapkan sebaik mungkin. Agar bisa dinikmati dengan baik oleh para penonton pentas dan dewan juri.

Langkah selanjutnya, Gubernur Sulsel dua periode ini akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bulukumba yang merupakan daerah asal Kapal Pinisi, pihak berkompeten dan UNESCO sendiri.

“Di pementasan akan ditampilkan juga, misalnya bagaimana kayu dan layar di pembuatan Pinisi serta apa makna filosofisnya ditampilkan,” pungkas Syahrul Yasin Limpo.(*)


div>