RABU , 14 NOVEMBER 2018

Kapal Pinisi Masuk Nominasi Warisan Budaya Dunia

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Senin , 07 Agustus 2017 19:03
Kapal Pinisi Masuk Nominasi Warisan Budaya Dunia

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) telah menerima kunjungan Duta Besar/ Deputi Wakil Tetap RI untuk UNESCO, Fauzi Soelaiman di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (7/8). Foto: ist

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM  – Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) telah menerima kunjungan Duta Besar/ Deputi Wakil Tetap RI untuk UNESCO, Fauzi Soelaiman di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (7/8).

Kunjungan ini untuk menindaklanjuti terdaftarnya Kapal Phinisi sebagai nominasi warisan dunia atau intangible cultural heritage (ICH) atau warisan budaya tidak berbenda di UNESCO.

UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) merupakan organisasi/badan khusus dibawah naungan Perserikatan Bangsa Bansa (PBB) yang membidangi pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan.

Rencananya jika memenuhi semua persyaratan maka akan diumumkan diakhir bulan desember nanti.

Fauzi mengatakan, sebelum diumumkan maka akan dilakukan perkenalan dan sosialisasi berupa pementasan terkait Pinisi di Prancis di bulan Oktober nanti.

“Akan diadakan pagelaran, ditampilkan penggalan naskah I La Galigo tentang Pinisi. Menjelaskan apa itu Phinisi, I La Galigo sendiri sudah terdaftar di Memory of The World pada tahun 2011,”kata Fauzi.

“Pegelaran ini sebagai perkenalan dan evaluasi untuk UNESCO, kemudian pengumumannya pada bulan Desember di Korea Selatan,” tambah Fauzi.

[NEXT-RASUL]

Sementara itu, Syahrul Yasin Limpo, sengat antusias dengan terdaftarnya kapal Phinisi di UNESCO dan rencana panggelaran nantinya.

“Pinisi itu menjadi sesuatu yang menjadi pewarisan dunia. Waktu untuk pementasan dua bulan sangat mepet,  kita butuh ekstra perhatian untuk persiapan,” ujar SYL.

Sebagai sebuah heritage dunia yang berasal dari Sulawesi Selatan merupakan sebuah kebanggaan. Untuk itu SYL pun berharap pagelaran berdurasi kurang lebih satu jam ini dapat dipersiapkan sebaik mungkin. Agar bisa dinikmati dengan baik oleh para penonton pentas dan dewan juri.

Langkah selanjutnya, Gubernur Sulsel dua periode ini akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bulukumba yang merupakan daerah asal Kapal Pinisi,  pihak berkompeten dan UNESCO sendiri.

“Di pementasan akan ditampilkan juga,  misalnya bagaimana kayu dan layar di pembuatan Pinisi serta apa makna filosofisnya ditampilkan,” pungkasnya.


div>