SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Kapitra Tuding Prabowo Pengkhianat Ulama, Ini Alasannya

Reporter:

Editor:

Iskanto

Sabtu , 15 September 2018 19:20
Kapitra Tuding Prabowo Pengkhianat Ulama, Ini Alasannya

Kapitra Ampera dalam jumpa pers di Tebet Jakarta Selatan, Rabu-(18/7). foto-elfany kurniawanjpnncom

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Ketua Presidium Aksi Bela Islam Kapitra Ampera menyebut Ketua Umum Partai Gerindra Presiden Prabowo Subianto telah mengkhianati ulama. Alasannya, calon presiden (capres) yang diusung koalisi Gerindra, PKS, PAN dan Partai Demokrat itu bukannya menggandeng ulama, tapi justru memilih Sandiaga S Uno sebagai calon wakil presiden (cawapres) pendampingnya.

Kapitra mengatakan, Ijtimak Ulama I pada 27-29 Juli 2018 telah merekomendasikan dua nama sebagai bakal cawapres bagi Prabowo. Yakni Habib Salim Segaf al-Jufri dan Ustaz Abdul Somad.

Alih-alih memilih Habib Salim ataupun Ustaz Somad, mantan Danjen Kopassus itu justru menggandeng Sandiaga yang juga kader Gerindra sebagai cawapres. “Kenapa yang dipilih bukan mereka? Ini kan pengkhianatan,” kata Kapitra dalam konferensi pers di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (15/9).

Oleh karena itu, Kapitra meminta rencana Ijtimak Ulama II yang akan digelar besok (16/9) dibatalkan. Praktisi hukum yang pernah menjadi kuasa hukum Habib Rizieq Shihab itu menyebut Ijtimak Ulama II yang arahnya untuk mendukung duet Prabowo Subiantp – Sandiaga S Uno hanya akan melahirkan pengkhianatan selanjutnya bagi umat Islam.

“Batalkan Ijtimak Ulama II kalau hanya mendukung Prabowo – Sandi dengan membawa kontrak politik. Antum pasti kecewa. Kembali ke Alquran. Kalau hanya untuk mendukung Prabowo – Sandi, berarti umat Islam ini terpolarisasi dan tertipu dalam pilihan politik,” tutur Kapitra.

Bagaimana jika Ijtimak Ulama II tetap berlangsung? Kapitra menduga akan ada kontrak politik antara para ulama dengan Prabowo – Sandiaga.

Namun, lagi-lagi Kapitra menegaskan kontrak itu hanya akan melahirkan kekecewaan bagi umat Islam. Calon anggota legislatif (caleg) PDI Perjuangan itu menegaskan, umat Islam sebaiknya mendukung Joko Widodo yang terbukti nyata menggandeng ulama di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Di depan mata saja keputusan Ijtima Ulama I saja ditinggalkan, gimana mau kontrak politik. Yang benar itu dukung Kiai Haji Ma’ruf Amin dan meninggalkan Prabowo – Sandi,” pungkas dia.(jpnn)


div>