SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Kapolda Sumsel Beberkan Alasan Brigadir K Lakukan Penembakan Brutal

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 20 April 2017 10:31
Kapolda Sumsel Beberkan Alasan Brigadir K Lakukan Penembakan Brutal

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM -Meski telah memerintahkan jajarannya untuk memroses oknum personel Polres Lubuk Linggau Brigadir K, namun Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Agung Budi Maryoto masih memberikan pembelaan atas tindakan anak buahnya yang melakukan tindakan diskresis terhadap pengendara mobil Honda City Hitam BG 1488 ON.

Agung menjabarkan, kejadian itu bermula pada sekitar pukul 11.30 WIB, ada mobil Honda City Hitam BG 1488 ON yang melintas di saat ada gelar razia Cipta Kondisi di Jalan Fatmawati, Kecamatan Lubuklinggaui Timur 1, Selasa (18/4) siang.

Oleh personel yang melakukan razia, mobil Honda City itu disuruh berhenti untuk diperiksa. “Tapi, tidak ada tanda-tanda dari mobil tersebut untuk mengurangi kecepatan dan hampir menabrak 3 personel polisi,” ungkap Agung dikutip Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), Kamis (20/4).

Karena mobil tersebut terus melaju, menerobos lampu merah, dan menyerempet salah satu mobil lainnya, sambung mantan kapolda Kalimantan Selatan itu, insting kepolisian dari personel bangkit. Para personel menduga mobil tersebut ada kaitannya dengan pelaku 3 C (curat, curas, dan curanmor), sehingga dilakukan pengejaran.

Dalam pengejaran itu ada 5 anggota yang ikut memburu. Tiga anggota naik mobil Mitsubishi Kuda. Salah satunya Brigadir K. Mobil tersebut disopiri anggota Polantas. Dua lainnya naik sepeda motor. Namun, personil yang naik sepeda motor ini ketinggalan jauh.

Saat pengejaran, anggota memberikan tembakan peringatan sudah 10 kali. Namun tembakan tidak digubris. Mobil sedan itu baru bisa dihentikan di samping Bank Mandiri Unit Simpang Priuk.

Namun, setelah mobil sedan tersebut berhenti, para penumpang yang ada di dalam mobil pun tidak mau turun saat diperintahkan untuk turun. Akhirnya terjadilah penembakan tersebut oleh Brigadir K.  “Mungkin juga karena keadaan kaca yang gelap dan dinilai membahayakan. Jadi anggota mengambil inisiatif untuk menembak,” terangnya.

Akibat penembakan itu 6 dari 8 penumpang mobil terkena tembakan. Satu tewas. Para korban itu adalah Dewi Erlina (40), warga Rejang Lebong, tertembak bahu kiri atas, Novianti (30), warga Lubuklinggau Timur I, tertembak pundak kanan. Genta (2), anak Novianti, tertembak kepala samping kiri.

Kemudian, Surini (54), warga Rejang Lebong (ibunda Dewi Erlina), meninggal dunia setelah mengalami tiga tembakan di dada. Lalu, Indrayani (33), warga Rejang Lebong, tertembak leher depan (kritis) dan dirujuk ke RSMH Palembang.

Serta Diki (30), sopir, warga Rejang Lebong, tertembak di perut kiri. Sedangkan 2 penumpang lainnya, Sumarjono (S) dan Galih luput dari tembakan.


div>