RABU , 12 DESEMBER 2018

Kapolda Warning Calo Seleksi Anggota Polri

Reporter:

Ramlan Makkaratang

Editor:

asharabdullah

Senin , 19 Maret 2018 11:15
Kapolda Warning Calo Seleksi Anggota Polri

Irjen Umar Septono. (int)

* Ancam Penjarakan Penerima dan Pemberi Suap

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Kepolisian Daerah Sulsel, Irjen Umar Septono akan menindak tegas oknum pemberi dan penerima suap dalam seleksi penerimaan anggota Polri tahun 2018.

“Bagi oknum yang menjanjikan kelulusan akan ada sanksi tegas. Baik memberi maupun yang menerima akan disanksi penjara,” tegasnya saat sosialisasi penerimaan anggota Polri tahun anggaran 2018 di Car Free Day, Jl Jenderal Sudirman, Minggu (18/3) kemarin .

Umar menjelaskan, untuk oknum yang menjanjikan kelulusan sejatinya mereka tidak membantu dan tidak berbuat apa-apa. Mereka hanya menipu rakyat dengan iming-iming kelulusan.

“Ia (oknum) hanya kumpulkan uang dan berdoa mudah-mudahan lulus anak itu baru terima uangnya tapi kalau tidak baru dikembalikan uang, jadi rakyat memberikan uang karena dibantu padahal anak itu masuk sendiri tanpa ada bantuan jadi ketipu,” katanya.

Selain itu, kata Umar, demi melancarkan penerimaan anggota Polri tahun ini pihaknya akan melakukan pengawasan secara berlapis-lapis. Dimana pihak panitia akan menggunakan tim IT maupun manual serta eksternal dan internal sehingga tidak akan ada lagi anggota yang bermain dalam penerimaan anggota Polri.

“Karena menolong anak sendiri itu tidak bisa apalagi membantu orang lain. Panitia saja tidak bisa membantu apalagi di luar panitia. Jadi kalau ada yang minta uang, itu salah, jadi kasi tahu saja ke kita nanti kita tangkap itu,” tegasnya.

Terpisah, Karo SDM Polda Sulsel Kombes Pol Yohanes Ragil juga menegaskan, penerimaan terpadu anggota Polri baik Akpol, Bintara dan Tamtama merupakan penerimaan yang benar-benar dilakukan dengan clear dan clean.

“Bersih dan tidak dipungut biaya apapun. Akan ada sanksi tegas baik memberi maupun yang menerima akan disanksi penjara,” ungkapnya.

Yohames juga berharap, agar proses penerimaan anggota Polri tahun anggaran 2018 ini bisa bersih dan transparan. Pasalnya dalam penerimaan hingga pendidikan tidak dipungut biaya sepeser pun.

“Jadi yang diharapkan bisa clear and clean karena program kita akan memperoleh prosedur Polri yang unggul dan kompetitif,” terangnya. (*)


div>