KAMIS , 16 AGUSTUS 2018

Kapolres Parepare Bantah Statement Polisi Jemput Paksa

Reporter:

Editor:

Nunu

Jumat , 11 Mei 2018 21:11
Kapolres Parepare Bantah Statement Polisi Jemput Paksa

int

PAREPARE, RAKSUL.COM– Kepolisian Resor (Polres) Parepare menegaskan, tidak ada upaya jemput paksa terhadap Wali Kota Parepare (non aktif) HM Taufan Pawe.

Informasi yang berkembang bahwa Taufan Pawe (TP) yang kini tengah beribadah umrah di Tanah Suci, akan dijemput paksa di bandara, adalah tidak dapat dipertanggungjawabkan. Bahkan polisi menghargai TP yang melakukan ibadah umrah.

Ini ditegaskan Kapolres Parepare AKBP Pria Budi yang dihubungi, Jumat, 11 Mei 2018. “Saya rasa tidak ada statemen Kasat Reskrim seperti itu (jemput paksa, red),” tegas Kapolres via WhatsApp.

Penegasan sama diungkap Kasat Reskrim Polres Parepare AKP Herly Purnama. Herly yang juga Koordinator Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Parepare yang dihubungi Jumat, 11 Mei 2018, mengatakan, masih mengkondisikan pemanggilan ketiga Taufan Pawe.
 
“Kami sudah panggil dua kali dan rencana selanjutnya untuk pemanggilan ketiga, namun beliau masih umrah sehingga akan diatur kembali,” kata Herly.

Soal tenggat atau batas waktu pemanggilan ketiga, Herly mengaku itu persoalan teknis, yang bisa dikondisikan. “Kan itu teknis saja pastinya kita akan kondisikan dulu karena persoalannya beliau (TP, red) sedang umrah,” lanjutnya.

Herly meminta agar masalah ini tidak dibesar-besarkan. Karena proses hukum atas dugaan pelanggaran program Rastra ini masih sementara berjalan.

“Intinya belum ada upaya untuk jemput paksa di bandara, karena sekarang kita masih coba berkonsultasi terkait keberadaan beliau di Parepare,” tegas Herly. (*)


div>