KAMIS , 18 OKTOBER 2018

Kapolri Beberkan Motif Pembunuhan Sadis Pulogadung

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 29 Desember 2016 09:07
Kapolri Beberkan Motif Pembunuhan Sadis Pulogadung

Pelaku pembunuhan keluarga Dodi Triono yang ditangkap polisi. foto: istimewa

JAKARTA – Kapolri Jenderal Pol Titi Karnavian mengaku, motif sementara pembunuhan sadis di kawasan Pulomas, Jakarta Tiimur adalah perampokan. Karena setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) diketahui beberapa barang pribadi berupa perhiasan milik Dodi Triono hilang.

“Sementara ini motifnya (perampokan) karena ada barang perhiasan yang hilang,” ujar Tito di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/12).

Kapolri juga mengakui, mengenal dengan salah satu pelaku yang telah dinyatakan tewas. Dia adalah Ramlan Butar Butar atau yang biasa dikenal dengan sebuta Porkas.

Ramlan memiliki kelompok bernama Korea Utara yang biasa berkumpul di Bekasi dan Kramat Jati. Mereka tidak segan-segan melakukan kekerasan kepada para korbannya.

“Modusnya kelompok ini biasanya mereka di hari-hari libur memang mencari rumah sepi dengan patroli-patroli,” katanya.

Sekadar informas, aparat kepolisian telah berhasil menangkap dua pelaku pembunuhan sadis di kawasan Pulomas, Jakarta Timur. Mereka adalah Erwin Situmorang dan Ramlan Butar Butar yang ditangkap di kawasan Tambun, Bekasi.
Satu keluarga yang terdiri dari enam orang ditemukan tewas di sebuah rumah di jalan Pulomas Utara No 7A, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa, 27 Desember 2016.

[NEXT-RASUL]

Keenam korban tewas adalah Dodi Triyono, 59 tahun, Diona Arika Andra (16), Dianita Gemma Dzalfayla (9), Amel, teman anak korban, Yanto, dan sopir Tasrok. Mereka diduga tewas akibat tak bisa bernafas karena kehabisan oksigen. Saat ditemukan, keenam korban ditempatkan di satu kamar mandi berukuran 2×1 meter.

Sementara, lima korban yang masih hidup adalah Emi, Zanette Kalila, Santu, dan dua asisten rumah tangga bernama Fitriani dan Windy.

Kejadian ini terungkap setelah seorang saksi bernama Sheila Putri mendatangi pos polisi Kayuputih. Dia melaporkan telah terjadi perampokan di rumah tersebut. Dari informasi itu, petugas piket Reskrim langsung menuju lokasi dan menemukan semua korban terkunci di kamar mandi. (jpg)


div>