SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

Kapten Tekad Purna, Pilot Citilink Beberapa Kali “Oleng”

Reporter:

Editor:

dedi

Sabtu , 31 Desember 2016 21:59
Kapten Tekad Purna, Pilot Citilink Beberapa Kali “Oleng”

int

RAKYATSULSEL.COM – Bola panas akibat gaya mabuk Tekad Purna Agniamartanto semakin besar. Pilot 32 tahun itu dipecat. CEO Citilink Indonesia Albert Burhan pun mengundurkan diri.

Selain itu, muncul desakan agar pihak-pihak terkait yang melakukan kelalaian juga disanksi. Sebab, berdasar informasi, Tekad sudah beberapa kali “oleng”.

Tekad melakukan banyak pelanggaran menjelang menerbangkan Airbus A320 dengan nomor penerbangan QG800 Rabu (28/12). Saat pemeriksaan oleh aviation security, dia sempoyongan.

Ketika memberikan pengumuman dari kokpit, omongannya ngelantur. Dia bisa masuk ke kokpit meski kondisinya sangat tidak layak karena tidak menjalani beberapa ketentuan yang harus dilalui.

“Tes kesehatan di Balai Kesehatan Penerbangan (Hatpen) dan Lembaga Kesehatan Penerbangan (Lakespra) sudah selesai. Namun, hasilnya baru keluar tahun depan. Tapi, kami tidak mau menunggu hasil itu dan langsung melakukan PHK (pemutusan hubungan kerja, Red) kepada yang bersangkutan,” jelas Albert dalam konferensi pers Citilink di Menara Citicon, Jakarta, kemarin (28/12).

Tekad dipecat dengan pertimbangan banyaknya prosedur yang dilanggar dan mencoreng nama baik perusahaan. Mulai terlambat dalam menjalankan tugas hingga melakukan announcement yang tidak sesuai dengan standar.

“Saya juga sedang mengajukan pengunduran diri,” kata Albert pada pengujung konferensi pers. “Ini adalah bentuk tanggung jawab kami sebagai orang yang paling terkait dengan insiden ini. Saya sudah mengajukan secara informal ke pihak pemegang saham, yakni komisaris utama Garuda Indonesia (Jusman Syafii Djamal),” lanjutnya.

VP corporate communication (Corcom) Citilink yang merangkap Corcom Garuda Beny Butar Butar menyatakan, pengajuan tersebut masih harus dibicarakan oleh pemegang saham. Karena itu, sampai ada keputusan pemegang saham, Albert masih menjadi pemimpin maskapai domestik tersebut.
[NEXT-RASUL]
Sementara itu, pengamat penerbangan Alvin Lie mengapresiasi keputusan Albert untuk mengundurkan diri. Menurut dia, hal tersebut bisa menjadi contoh terkait dengan bentuk pertanggungjawaban jika terjadi kesalahan dalam manajemen maskapai. Sebab, mau dikatakan bagaimana pun, Tekad saat penerbangan berhasil menerobos berbagai lapisan pengamanan dan masuk ke kokpit hingga meresahkan penumpang.

Hal itu, lanjut dia, bukan hanya kesalahan Citilink. Menurut dia, petugas keamanan bandara sebenarnya juga berhak menghentikan pilot jika terlihat mencurigakan. Demikian pula kru-kru lain yang melihat sesuatu yang tak beres pada sang kapten pesawat.

“Ini hanya permukaan dari masalah pengamanan yang sesungguhnya. Harusnya Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga bertanggung jawab atas kasus ini. Kalau bisa, ya ikut mengundurkan diri karena banyak juga kasus yang tak tertangani dengan baik di bawah kepemimpinan dia,” imbuhnya.

Alvin juga mempertanyakan sistem rekrutmen yang seharusnya mencegah adanya personel yang punya rekam jejak meragukan. Padahal, Tekad keluar dari perusahaan sebelumnya, AirAsia Indonesia, karena masalah penggunaan zat psikotropika. “Saya heran kenapa mereka masih mau mempekerjakan tanpa mengecek lebih teliti,” ucapnya.

Mengenai hal tersebut, Vice President Human Capital Management Citilink Devina Veryana mengungkapkan, pihaknya memang tidak melakukan background check komprehensif saat mempekerjakan Tekad pada Februari lalu. Dia mengaku melakukan background check dari dokumen yang dibawa Tekad yang berbekal 4.888 jam terbang mengoperasikan pesawat Airbus A320.
[NEXT-RASUL]
“Kami belum mengecek ke perusahaan sebelumnya saat perekrutan. Tapi, prosesnya tetap dengan standar yang sama, termasuk pengecekan kesehatan,” jelasnya. Selama sembilan bulan di Citilink, Tekad sudah mengumpulkan 625 jam terbang.

Sementara itu, dugaan adanya kelalaian Aviation Security (Avsec) Bandara Juanda, Sidoarjo, juga mendapat perhatian dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Kendati begitu, Kemenhub belum bisa langsung memutuskan apakah yang bersangkutan bersalah atau tidak.

“Dari laporan yang kami terima, disampaikan bahwa Avsec sempat curiga dan langsung melapor ke atasannya dan ikut ke pesawat untuk mengamankan,” ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S. Ervan. (bil/mia/c5/ang)


div>