KAMIS , 18 OKTOBER 2018

Karena Newmont, Kantor Polisi di NTB Lebih Megah Daripada Kampus

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Sabtu , 12 September 2015 19:16

JAKARTA,RAKYATSULSEL.COM – Perusahaan tambang asal Amerika, PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT) yang beroperasi di Kabupaten Sumbawa Barat – Nusa Tenggara Barat sepertinya tidak ada henti-hentinya membuat kebijakan yang membuat masyarakat geram. PT Newmont memancing masyarakat untuk melakukan protes bahkan berujung pada aksi demonstrasi sebagai bentuk kekecewaan masyarakat setempat.

Mulai dari kebijakan tentang komposisi tenaga kerja lokal, pengelolaan hibah scrub sampai dengan kebijakan terbaru yaitu memberikan dana hibah kepada Polda NTB sebesar Rp 5.5 miliar

Ketua Ikatan Mahasiswa NTB Se-Jabodetabek Sukiman Jayanto mengatakan, menilik lebih jauh tentang kebijakan tersebut tidaklah menjadi masalah atau kontra jika saja kebijakan yang dikeluarkan tidak bertentangan dengan aturan-aturan yang sudah ada dan melanggar tatanan adat istiadat mesyarakat setempat.

“Dalam kebijakan perekrutan tenaga kerja misalnya, seharusnya dengan beroperasinya perusahaan yang katanya Perusahaan nomor 10 terbesar di dunia tersebut bisa menjadi keniscayaan bagi masyarakat setempat karena akan membuka banyak lapangan pekerjaan baru. Alih-alih menempatkan pekeja lokal sebagai pekerja mayoritas NNT malah senang merekrut tenaga dari luar daerah bahkab dari luar negeri. Meskipun sekedar membersihkan alat berat saja,” kata Sukirman lewat siaran persnya, Sabtu (12/9/15).

Menurut dia, dalam pengelolaan hibah scrub yang merupakan limbah/sampah sisa-sisa alat produksi yang masih punya nilai tambah ekonomi. Tidak tanggung-tanggung jumlah dananya mencapai Rp20 miliar.

“Bukannya dihibakan saja ke pemerintah daerah sebagai nilai tambah pendapatan daerah justru Newmont sengaja membuat polemik/mengadu domba masyarakat dengan tarik ulur pengelolaan anggaran belanja sampah tersebut,” ujarnya.

Yang paling menyayat hati adalah NNT memberikan dana hibah ke Polda NTB Rp 5.5 miliar. Kebijakan ini jelas-jelas melanggar Permenkeu nomor 40/2009 tentang Sistem akuntabilitas Hibah.

” Menimbang dengan matang-matang tentang kebijakan yg satu ini menjadi dasar yang jelas bahwa selama ini manajemen newmont tidak pernah menganggap masyarakat setempat dlm menjaga aset-aset vital / SDA (sumber daya alam) daerah sendiri. Terbukti Newmont lebih lebih memilih membangun kantor Polsek Sekongkang serta megahnya kantor Polres setempat dari pada membangun sekolah/universitas,” paparnya.

Bukan hanya itu , NNT sengaja menempatkan ratusan Brimob hanya untuk mengamankan protes masyarakat dan mencari pekerjaan yang hanya 10-20 orang.

“Dari rentetan kebijakan PT NNT yg sangat kontra produktif tersebut, kami adalah Mahasiswa Asli Sumbawa Barat-NTB – Jabodetabek (IPMA-Jabodetabek) mengcam keras kebijakan sewenang-wenangan PT NNT. Jika merasa sudah tidak nyaman dan aman lagi melalikan Investasi sebaiknya NNT angkat laki dari tanah kelahiran kami,” tegas Sukirman.


div>