KAMIS , 18 OKTOBER 2018

Kasihan…Gaji Honorer Pemkot Nunggak 4 Bulan

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 13 April 2016 10:49
Kasihan…Gaji Honorer Pemkot Nunggak 4 Bulan

int

MAKASSAR,RakyatSulsel.com – Nasib tenaga kontrak atau Pegawai Tidak Tetap (Honorer) hingga memasuki bulan ke empat tahun 2016 masih belum jelas. Hal itu lantaran Pemkot Makassar belum memberikan hak-hak yang semestinya diterima para abdi negara kontrak tersebut.

Menanggapi persoalan ini, Pakar Hukum administrasi, Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Prof. Dr. Aminuddin Ilmar mengatakan jika hal tersebut

karena pegawai kontrak lingkup Pemkot Makassar selalu dinomorduakan. Alhasil, hak mereka selalu telat.

“Problem ini karena ada kesan kalau pegawai kontrak dinomorduakan, seharusnya hak mereka di lunasi, agar memenuhi kebutuhan sehari-hari. Padahal beban kerjanya kadang lebih berat dari PNS,” ujarnya saat dikonfirmasi via telepon, Selasa (12/4).

Menurutnya, gaji pegawai kontrak belum terbayarkan sejak Januari hingga memasuki pertengahan April 2016. Padahal pegawai kontrak ini memiliki beban kerja yang berat. Hal itu ditunjukkan dalam beberapa agenda Pemkot Makassar. Mereka lebih aktif, sebab Pegawai Negeri Sipil (PNS) banyak yang menyuruh saja.

“Pemkot harus berlaku adil. Gaji pegawai kontrak juga harus menjadi prioritas pemerintah. Sebab, mereka juga memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi. Apalagi, terkadang sumber dana gaji mereka tidak jelas. Pegawai kontrak tak digaji negara. Gajinya hanya berdasarkan kebijakan pemimpin setempat,” tuturnya.

[NEXT-RASUL]

Aminuddin Ilmar sendiri menyayangkan tindakan Pemkot Makassar yang belum memberikan hak-hak layak kepada tenaga kontrak tersebut. “Ini persoalan hak, apapun kendala seharusnya pemkot memprioritaskan gaji honorer,” imbauanya.

Dia menambahkan, Pemkot juga pentingnya transparansi dana gaji pegawai kontrak. Sebab, dikhawatirkan jika alokasi tersebut diparkir sementara waktu. “Gaji kontrak juga harus transparan,” demikian Akademi Unhas ini.

Sementara itu, salah satu pegawai kontrak honorer pemkot Makassar, inisial (Z) yang sudah mengamdi hampir 10 tahun mengatakan baru tahun ini gaji kontrak terlambat diterima, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Sudah empat bulan, dari Januari sampai sekarang gaji kami para pegawai kontrak belum di bayar, dan ini tahun tidak seperti tahun sebelumnya,” ujarnya.

Meski demikian, pria yang namanya enggan dikorankan ini berharap, Pemkot Makassar segera memberikan hak mereka agar memenuhi kebutuhan hidup.

“Banyak keperluan, kami juga pernah dijanjikan pak Danny (Wali Kota Makassar), honor dari Rp 500 ribu menjadi Rp 700 ribu, tapi belum naik juga, setiap bulan palingan cuma Rp 500 ribu,” terangnya.

[NEXT-RASUL]

Menanggapi persoalan ini, Kepala Bagian Keuangan Sekretariat Pemkot Makassar, Taslim enggan menjelaskan secara detile. Menurutnya pihaknya sudah membayarkan gaji pegawai kontrak untuk sebagian di lingkup Sekretariat Pemkot. “Jumat lalu, sebagian kotrak dibayarkan, tinggal beberapa belum,” beber Taslim.

Lanjutnya, pegawai kontrak yang belum terbayarkan tinggal beberapa bagian lagi. Sebab, Sekretariat Pemkot Makassar memiliki 12 bagian. Bagian Keuangan masih menunggu daftar pegawai kontrak dari bagian lainya.

“Bagian Keuangan mencairkan sekira Rp400 juta untuk tiga bulan, Januari-Maret, kepada sembilan bagian tersebut,” katanya.

Dia menambahkan, pemicu telatnya pembayaran gaji ini, lantaran penetapan SK perpanjangan kontrak yang selalu telat. Lalu, dalam satu bagian terdapat pegawai yang sudah menerima SK, tetapi ada juga yang belum terima. Karena itu, kepala bagian tersebut ragu-ragu menyodorkan SK ini ke Bagian Keuangan.

“BKD Makassar hanya menerima usulan dari instansi-instansi terkait perpanjangan kontrak ini. Semakin cepat instansi mengumpulkan, semakin cepat pula perpanjangan kontrak rampung,” tutupnya. (yad/uki/D)


div>