JUMAT , 21 SEPTEMBER 2018

Kasihan, Kios Pedagang Di Seruni Akan Digusur

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

Iskanto

Selasa , 04 September 2018 07:00
Kasihan, Kios Pedagang Di Seruni Akan Digusur

Kios pedagang di Pantai Seruni, Kabupaten Bantaneg.

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Sejumlah masyarakat yang menjadi pedagang di Pantai Seruni Kabupaten Bantaeng tengah was-was memikirkan nasibnya. Bagaimana tidak, puluhan lapak semi permanen yang selama ini berjejeran pada ikon kota Bantaeng dan digunakan untuk berjualan itu bakal digusur.

Salah seorang pedagang yang berjualan merasa gelisah lantaran tak tau lagi bakalan mencari nafkah lewat cara apa.

“Setelah digusur saya punya warung jualan, tidak kutaumi mau kerja apa lagi untuk cari nafkah,” kata salah seorang pedagang yang minta namanya dirahasiakan.

Dia juga menyayangkan upaya penggusuran yang akan dilakukan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Kumdag) dibantu Satpol PP Bantaeng. Pasalnya, informasi terkait penggusuran itu baru diterima oleh para pedagang, Senin 3 September kemarin.

“Informasinya juga mendadak sekali kasian. Seandainya cepat disampaikan, kami bisa mengemasi peralatan jualan yang kebanyakan gampang pecah,” ungkapnya.

Kadis Kumdag Bantaeng, Meyriani Madjid saat dikonfirmasi pun membenarkan hal tersebut. Terkait rencana penggusuran lapak pada zona dua Pantai Seruni.

“Betul, besok kami akan tertibkan mereka yang belum kebagian kios permanen. Akan dipindahkan biar rapat dengan kios permanen ,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa telah seminggu lalu menginformasikan agar para pedagang membongkar lapak jualannya. Sehingga tak ada lagi toleransi untuk mereka tidak membongkar lapak jualannya. Atau dibongkar paksa oleh Satpol PP.

“Kalau dia ada itikad baik membongkar sendiri malam ini maka itu akan lebih baik, karena kita tau sendiri kan bagaimana kalau Satpol PP yang bongkar,” tuturnya.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa tidak semena-mena mengambil tindakan. Tetapi selama ini ia mengaggap pedagang biasanya bandel. Pemerintah juga menurutnya tidak perlu menunggu untuk mereka setuju jika ingin menertibkan, sebab sudah ada perjanjian awal. (*)


div>