RABU , 21 NOVEMBER 2018

Kasus Dugaan Korupsi Lampu Jalan, Kejati Bidik Pejabat Pemkab Polman

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Senin , 27 Agustus 2018 11:57
Kasus Dugaan Korupsi Lampu Jalan, Kejati Bidik Pejabat Pemkab Polman

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel terus mendalami peran sejumlah pihak, termasuk peran pejabat tinggi di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polman dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lampu jalan tenaga surya di 144 desa, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat.

Dalam kasus ini penyidik telah menetapkan dua orang tersangka yakni Kabid BPMPD (Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa)A Baharuddin Patajangi dan Haeruddin selaku rekanan proyek.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel menyebutkan bila saat ini tim penyidik sementara mendalami peran serta keterlibatan oknum pejabat tinggi di Kabupaten Polman.

Pasalnya dari sejumlah saksi yang telah diperiksa dan dimintai keterangannya oleh penyidik, menyebutkan jika dalam perkara ini diduga kuat ada peran oknum pejabat tinggi di Kabupaten Polman dalam proyek tersebut. Serta diduga adanya hubungan korelasi dengan tersangka di kasus ini.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin mengatakan sejauh ini sudah ada sekitar puluhan saksi yang telah diperiksa dan dimintai keterangannya.

“Penyidik masih akan terus menggali keterangan dari sejumlah saksi. Terkait adanya dugaan keterlibatan pejabat lain dalam kasus ini,” ujar Salahuddin.

Menurut dia, penyidik tentu saja tidak akan berhenti menelusuri peran serta keterlibatan pihak pihak lain. Termasuk peran oknum pejabat tinggi di Kabupaten Polman. Sebab disinyalir salah satu tersangka dalam kasus ini, diduga kuat memiliki hubungan korelasi dengan oknum pejabat tinggi di Kebupaten Polman.

“Untuk memastikan hal itu, rencana pekan ini. Penyidik akan melakukan pemanggilan terhadap kedua tersangka,” tandasnya.

Hanya Salahuddin enggan membeberkan, secara pasti kapan pemeriksaan terhadap kedua tersangka tersebut di dijadwalkan.

Diketahui, dalam tahun 2016 Pemerintah Kabupaten Polman, melalui dana ADD mengucurkan anggaran Rp4.610.074.000 untuk pengadaan lampu jalan tenaga surya, melalui Sekertariat Daerah (Setda) Pemkab Polman dan rekanannya yakni dari CV Zamzam.

Tahun 2016 Pemkab Polman, melalui Dinas Kesehatan menganggarkan kembali proyek tersebut sebesar Rp889.020.000 dan rekanannya yakni CV Barman.

Serta melalui Setda Pemkab Polman sebesar Rp7.059.250.000 dan rekanannya yakni dari PT Alif Pratama, juga CV Binanga dengan anggaran sebesar Rp16.920.000.000, untuk pengadaan lampu jalan di 144 Desa.

Sedangkan tahun 2017 melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemkab Polmankembali lagi mengadakan proyek lampu jalan tersebut sebesar Rp188.00.000.

Kemudian, melalui Setda Pemkab sebesar Rp8.941.680.000 yang dikerjakan oleh PT Alif Pratama dan CV Binanga sebesar Rp13.536.000.000. (*)


div>