SABTU , 23 JUNI 2018

Kasus Dugaan Korupsi Proyek BKM Lakkang Masuk Tahap Penyelidikan

Reporter:

Editor:

hur

Minggu , 17 Januari 2016 20:22

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar, akhirnya meningkatkan kasus dugaan korupsi proyek Sanitasi Berbasis Masyarakat yang dikelola oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Lakkang tahun 2013-2014, ke tahap penyelidikan.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Makassar, Deddy Suwardy Surachman melalui Kepala Seksi Intelijen, Andi Fajar Anugerah Setiawan. “Kasus itu kami sudah tingkatkan ke tahap penyelidikan, di mana sebelumnya kasus itu masih dalam tahap ful data full baket,” ujarnya, Minggu (17/1).

Menurut Fajar, proyek sanitasi berbasis masyarakat tersebut berupa pemberian bantuan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kelurahan Lakkang dengan menggunakan anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Dinas PU Kota Makassar sebesar Rp 1 miliar.

Kasus dugaan korupsi ini sendiri terjadi pada tahun 2013 dan 2014. Dalam kasus ini, penyidik menemukan dugaan melawan hukum. “Dana tersebut diperuntukkan untuk proyek namun proyek itu tidak selesai tepat waktu,” jelas Fajar.

Selain itu, lanjut Fajar, pihakya tengah mencari sejumlah alat bukti guna membuktikan adanya dugaan korupsi dalam proyek tersebut sebelum meningkatkan ke tahap penyidikan atau menetapkan tersangka.

Fajar menegaskan, pihaknya akan mengusut kasus tersebut sampai tuntas dan akan diselesaikan secepat mungkin. “Kami tidak mau berlarut-larut menangani kasus korupsi jika memang alat bukti sudah mencukupi. Dan untuk kasus ini kami akan percepat, ” tegasnya.

Sebelumnya, penyidik Kejari Makassar melakukan pengusutan lantaran adanya laporan bahwa proyek itu tidak difungsikan sebagaimana mestinya. Bahkan proyek itu hingga kini ada yang belum selesai pada hal proyek ini seharusnya sudah rampung dikerjakan pada tahun 2013 dan 2014.

Fajar juga menjelaskan, anggaran proyek tersebut dicairkan secara bertahap, pada tahun 2013 anggaran mencapai Rp 350 juta untuk satu titik pembangunan IPAL. Sementara untuk tahun 2014 nilai anggaran sebesar Rp700 juta untuk dua titik. “Jadi total anggarannya sebesar Rp 1 miliar lebih,” terangnya.

Tidak hanya itu, jumlah sambungan proyek IPAL tersebut tidak sesuai dengan yang terpasang. Bahkan sambungan yang telah terpasang, tidak bisa difungsikan sebagaimana mestinya.

Terpisah Lurah Kelurahan Lakkang, Zuud Arman mengaku tidak tahu menahu soal proyek sanitasi tersebut. “Saya belum tahu pasti itu karena saat itu saya belum menjabat Lurah Lakkang, saya menjabat baru tahun 2015 lalu sementara proyek itu tahun 2013-2014,” ujarnya.

Namun Zuud mengaku mendapat informasi dari warga yang menyebutkan bahwa proyek tersebut bermasalah. “Itu informasi warga tapi saya belum memastikan dan mengecek langsung di lapangan,” ujarnya.

Diketahui program Sanitasi Berbasis Masyarakat adalah program untuk menyediakan prasarana air limbah bagi masyarakat di daerah kumuh padat perkotaan. Dalam pembangunan fasilitas Sanimas, digunakan konsep pemberdayaan masyarakat untuk menjadikan masyarakat aktor utama dalam proses perencanaan, pembangunan, operasional dan pemeliharaan fasilitas sanitasi komunal, dengan tujuan agar fasilitas yang terbangun dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.


div>