SABTU , 21 APRIL 2018

Kasus Fasum-Fasos, Kejari Periksa Lima Saksi

Reporter:

Irsal

Editor:

asharabdullah

Kamis , 15 Maret 2018 11:30
Kasus Fasum-Fasos, Kejari Periksa Lima Saksi

Kasi Intelijen Kejari Makassar, Andi Alham Alang. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar terus mendalami kasus dugaan penyerobotan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (Fasos) milik Pemerintah Kota Makassar.

Setelah berhasil menguraikan benang kusut Fasum Fasos yang tidak sesuai peruntukan, Kejari Makassar kini telah meminta keterangan sejumlah pihak yang dianggap mengetahui.

Kasi Intel Kejari Makassar, Andi Alham mengatakan, pihaknya sudah memanggil lima orang untuk dimintai keterangan. “Sampai saat ini sudah ada lima orang yang kita panggil untuk dimintai keterangan terkait satu titik fasum fasos bermasalah,” ujarnya, Rabu (14/3) kemarin.

Namun saat ditanya siapa kelima orang tersebut Alham enggan menyebutnya.
“Untuk nama-nama belum bisa diungkapkan di publik karena masih proses pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) dan pengumpulan data (Puldata) ,” imbuhnya.

Ia mengatakan bahwa dari 491 fasum Fasos yang diduga bermasalah, untuk sementara pihaknya fokus pada satu fasum fasos yang sudah mulai menampakkan titik terang. Meski begitu, lagi-lagi Alham enggan menyebut di mana letak fasum fasos tersebut.

“Saya tidak bisa sebut di mana letaknya. Tetapi kita fokus ke satu fasum fasos dulu. Kalau satu sudah terang, yang lain juga pasti akan terungkap,” tuturnya.

Data yang dihimpun, terdapat tiga kecamatan di kota Makassar yang berhasil di identifikasi sebagai wilayah fasum yang dikuasai. Tiga kecamatan ini, yakni Manggala, Panakukang dan Tamalanrea yang diduga diserobot oleh oknum pengusaha namun juga diduga berasal dari birokrat serta anggota dan mantan anggota DPRD. (*)


div>