SELASA , 18 DESEMBER 2018

Kasus Gigitan Hewan Meningkat, Pemkot Imbau Warga Periksakan Diri

Reporter:

Niar

Editor:

Minggu , 29 April 2018 15:24
Kasus Gigitan Hewan Meningkat, Pemkot Imbau Warga Periksakan Diri

int

– Tercatat 159 Kasus Gigitan Selama 2017

PAREPARE, RAKSUL.COM- Sepanjang Januari hingga Maret 2018 telah terjadi sebanyak 41 kasus gigitan yang disebabkan oleh hewan yang menularkan penyakit rabies, yaitu anjing, kucing dan kera.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3) Dinas Kesehatan Kota Parepare, Sriyanti Ambar. Menurutnya kasus gigitan hewan pada tahun 2017 meningkat sebanyak 159 kasus.

“tidak hanya angkanya yang meningkat, tapi juga hewannya. Pada tahun 2017 kasus gigitan hanya pada anjing dan kucing, pada tahun ini kasus gigitan juga disebabkan oleh kera” ujarnya.

Gigitan hewan pada manusia yang positif terjangkit rabies, berpotensi menyebabkan kematian. Untuk itu, kami menghimbah kepada masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau Rabies Centre agar segera ditangani.

“untuk menurunkan angka gigitam hewan di Parepare itu cukup sulit, karena mereka memang memerilihara kucing dan anjing. Tapi, bukan berarti tidak bisa dicegah. Nah, untuk itu kami juga sering melakukan sosialisasi. Alhamdulillah, sekarang masyarakat sudah semakin sadar akan bahaya rabies, sehingga jika terjadi gigitan mereka segera memeriksakan diri” tutur Sriyanti.

Sementara, Dokter Hewan Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DPKP) Kota Parepare, Nurdin mengatakan, untuk langkah awal bagi orang yang tergigit, segera cuci gigitan itu denga air mengalir, kemudian cuci menggunakan sabun atau anti septik. Setelah itu lakukan pemeriksaan ke Puskesmas maupun rabies centre untuk diberikan vaksinasi anti rabies kepada orang yang menjadi korban gigitan anjing liar maupun peliharaaan masyarakat.

Dia pun meminta agar masyarakat segera mengamankan hewan yang menggigit itu, untuj dilakukan observasi.

“kami akan memberikan vaksin kepada anjing dan melakukan observasi selama 14 hari. Apabila dalam 14 hari, anjing yang divaksin mati, maka hewan itu dinyatakan positif rabies. Tapi kalau tidak mati, berarti bebas dari rabies” jelas Nurdin.

Dari data yang dia miliki ada 70 kasus gigitan yang terjadi hingga April 2018 ini.

“angka gigitan pada manusia memang meningkat per April ini. Tapi, Alhamdulillah tidak ada yang positif rabies, hanya kasus gigitan saja. Karena kami memang rutin turun langsung memberikan vaksin kepada hewan,” ungkapnya.(MP1)


div>