MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

Kasus Jen Tang Dinilai “Redup”

Reporter:

Irsal

Editor:

asharabdullah

Selasa , 19 Desember 2017 12:40
Kasus Jen Tang Dinilai “Redup”

Kantor Kejati Sulsel (int)

* Kejati Sudah Terbitkan Status DPO

 

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), pengusaha reklamasi Soedirjo Aliman alias Jen Tang kini meredup. Meski telah mangkir dari tiga kali panggilan penyidik, pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel hingga kini tak kunjung mengambil tindakan tegas.

Menanggapi itu, Anti Corruption Commitee (ACC-Sulawesi) melalui Wakil Kepala Badan Pekerja, Abd Kadir Wokanubun mendesak Kejati Sulsel untuk secepatnya mengeluarkan status DPO Tersangka Jen Tang dan melakukan pemanggilan pada sejumlah kerabat dan kuasa hukum Jen Tang.

Menurutnya, Kejaksaan Tinggi Sulsel mestinya sejak pemanggilan kedua sudah mencari tahu soal keberadaan tersangka melalui keluarganya, kuasa hukum atau pihak yang punya kedekatan dengan tersangka.

“Kita memang paham, Kejati Sulsel tidak sama dengan KPK, namun setidaknya tunjukkan bahwa memang dalam mencari keberadaan tersangka sudah dilakukan, nah sampai saat ini, penyidik malah tidak melakukan apa-apa,” ujarnya.

Olehnya menurut Kadir dalam kasus ini sangat wajar jika kemudian banyak pihak akan menganggapnya adalah drama penenggelaman kasus, dan kesannya hanya pencitraan belaka oleh mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Jan Maringka.

Praktisi Hukum dari lembaga Basmi, Andi Amin Tamappi mengaku Kejaksaan mulai mencoba mempraktekkan pola lama untuk menenggelamkan kasus.

Meski memang benar Jen Tang dikabarkan telah kabur ke Singapura, namun seharusnya strategi penyidikan bisa dilakukan, namun kata Amin hingga saat ini status DPO Jen Tang belum juga dikeluarkan oleh pihak Kejaksaan.

“Kita khawatirkan ini lagi-lagi hanya drama, agar Soedirjo Aliman bebas dari jeratan hukum apalagi status DPO belum dikeluarkan Kejaksaan Tinggi,” ujarnya.

Sementara Kasi Penerangan Hukum, Salahuddin mengungkapkan bahwa pihak Kejati telah mengeluarkan surat DPO. “Sudah ada surat DPO namun untuk penagkapan kami serahkan ke penyidik,” ungkap salahuddin.

Salahuddin mengaku, soal strategi khusus yang sebelumnya dijanjikan ada banyak pertimbangan, sehingga tidak dibeberkan bagaimana metode yang digunakan.

“Namanya juga stategi, masa kami mau beberkan, nantilah kalau kami anggap sudah ada hasilnya kita beri tahukan, yang jelas begini, dalam kasus itu sementara ditangani penyidik, jadi kita mohon agar mempercayakan sepenuhnya pada penyidik,” pungkasnya.

Sementara itu, kuasa hukum tersangka Jen Tang, Zamzam saat coba dikonfirmasi tidak menggubris panggilan teleponnya. (*)


div>