KAMIS , 13 DESEMBER 2018

Kasus Ketapang dan Sanggar Kerajinan Lorong, Polda Tetapkan Enam Tersangka

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

asharabdullah

Rabu , 10 Januari 2018 11:39
Kasus Ketapang dan Sanggar Kerajinan Lorong, Polda Tetapkan Enam Tersangka

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel menetapkan enam orang tersangka dalam dua kasus tindak pidana korupsi di lingkup Pemkot Makassar. Dua kasus tersebut yakni proyek penanaman pohon ketapang kencana dan pengadaan barang persediaan sanggar kerajinan lorong-lorong.

Sebanyak empat orang ditetapkan sebagai tersangka penanaman pohon ketapang kencana pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan dua orang tersangka sanggar kerajinan lorong-lorong Kota Makassar pada Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar tahun 2016.

“Hari kini kita ekspose kasus tipikor pohon ketapang dan kasus UMKM. Dari hasil penyelidikan kita terhadap beberapa saksi yang telah kami periksa selama hampir seminggu penyidik menyimpulkan ada beberapa tersangka baik di kasus ketapang maupun UMKM,” urainya.

Empat orang tersangka kasus penanaman pohon ketapang masing-masing Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar Abd Gani Sirman, Budi Susilo, Buyung Haris dan Abu Bakar Muhaji. Sedangkan, dua tersangka kasus UMKM yakni mantan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar periode 2016 Abd Gani Sirman dan Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar tahun 2016, M Enra Efni. Abd Gani ditetapkan tersangka dalam kedua kasus ini.

“Peranan tersangka ini tentu terjadi karena adanya volume yang tidak sesuai dan juga ada anggaran yang tidak sesuai dengan rencana semula. Tentu penyidik akan berkoordinasi lagi dengan BPKP untuk menghitung berapa kerugian negara yang telah ditimbulkan dari dua kasus ini,” katanya.

Sementara terkait uang yang ditemukan di brangkas ruang Kepala BPKD Makassar Erwin Syarifuddin Yahya, masih sedang diperdalam. “Hasil klarifikasi kepala BPKD itu belum selesai, jadi kita masih mendalaminya,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pamanto menghimbau semua anggotanya untuk ikuti aturan hukum. “Kita dukung semua proses hukum, kita dorong untuk mereka tetap patuhi aturan hukum, taat pada kepolisian,” kata Danny, Selasa (9/1).

Lanjut Danny sapaan akrab Ramdhan Pomanto mengatakan, pihaknya akan tetap melakukan pendampingan hukum kepada pegawai yang terkait hukum. “Yang jelas permasalahan ini akan tetap dilakukan pendampingan (hukum),” ujar Danny.

Tersangka kasus UMKM Budi Susilo saat dikonfirmasi enggan berkomentar banyak terkait tersangkanya. “Saya tidak ingin berkomentar,” singkatnya. (*)


div>