MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Kasus Lahan Bandara Dinilai Mandek

Reporter:

Irsal

Editor:

asharabdullah

Senin , 19 Februari 2018 14:45
Kasus Lahan Bandara Dinilai Mandek

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kasus dugaan korupsi dan mark up pengadaan lahan untuk perluasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar terkesan jalan di tempat.

Setelah menetapkan sembilan orang tersangka, tidak terlihat lagi ada progres berarti yang dilakukan pihak Kejati Sulsel. Bahkan janji mantan Kajati Jan S Maringka hingga kini tidak terealisasi. Jan, pada saat itu berjanji akan menetapkan tersangka baru dalam kasus tersebut.

Ditanya mengenai hal tersebut, Kasipenkum Kejati, Salahuddin, menjawab diplomatis. “Tim masih bekerja. Tetapi untuk kelanjutannya nanti kita lihat setelah ada Kajati baru,” ujar Salahuddin, belum lama ini.

“Nanti kita tunggu pak Kajati seperti apa lagi. Sampai saat ini kita belum tahu kebijakan pimpinan yang baru karena belum dilantik. Kita tunggu pimpinan,” pungkasnya.

Terakhir kali, pihak Kejati memeriksa mantan dirut PT Angkasa Pura, pada bulan November 2017 lalu. Setelah itu tidak pernah ada terdengar lagi progres kasus tersebut.

Kejati sendiri sebelumnya telah menetapkan sembilan orang tersangka. Kesembilan orang tersebut sudah menjalani persidangan dan divonis bersalah oleh majelis hakim pengadilan Tipikor Makassar.

Berdasarkan perhitungan BPKP, kasus ini menimbulkan kerugian negara sebanyak Rp 317 miliar. (*)

 


div>