JUMAT , 14 DESEMBER 2018

Kasus Lahan Buloa Mandek

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Senin , 17 April 2017 10:45
Kasus Lahan Buloa Mandek

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Penyidik tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar hingga kini belum menetapkan satupun tersangka kasus dugaan korupsi penyewahan lahan negera di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo. Kasus naik ke tahap penyidikan pada Desember 2016 lalu.

Direktur Anti Corruption Committe (ACC) Sulawesi, Abdul Muthalib mengatakan, kasus tersebut sudah mengendap di kejaksaan selama berbulan-bulan.

“Kalau kasus itu sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan berarti kejaksaan sudah mengatongi dua alat bukti yang kuat dan mereka sudah mengetahui bagaimana modusnya, dan menetapakan siapa-siapa yang terlibat,” kata Thalib diberitakan Rakyat Sulsel, Senin (17/4).

Seharusnya, lanjut Thalib, kejaksaan telah menetapkan tersangka, karena sudah memasuki bulan ke empat setelah ditingkatkan ke penyidikan. “Kalau ditingkatkan ke penyidikan hingga saat ini belum ada tersangka, saya anggap itu terlalu lama. Kalau sudah ditingkatkan paling lama satu bulan sudah ada tersangka, dan saya lihat kejaksaan lambat,” ucapnya.

Thalib menganggap penanganan kasus Buloa sangat aneh karena sudah berjalan lama, namun tidak ada satupun tersangka. “Saya lihat kejaksaan aneh, kasus ini sudah ditingkatkan namun belum ada hasilnya, dan saya lihat kasus ini mandek, karena berhenti di tengah jalan,” ujarnya.

Menurut Thalib, dengan tidak adanya satupun tersangka, akan membuat pertanyaan dari publik, sehingga sangat perlu kejaksaan segera menetapkan tersangka. “Kasus ini menimbulkan kecurigaan karena sudah ditingkatkan kepenyidikan, kalau memang hingga saat ini belum ada tersangka, kejaksaan seharusnya terbuka apa alasanya,” tuturnya.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulselbar, Salahuddin mengatakan jika dirinya saat ini belum mengatahui sejauh mana perkembangan kasus buloa. “Saya belum tahu perkembanganya, nanti Senin (hari ini) saya cek,” ungkapnya.

[NEXT-RASUL]

Dalam kasus sewa lahan tersebut, kejaksaan telah memeriksa sejumlah saksi mulai dari Asisten I Pemerintah Kota Makassar Bidang Pemerintahan M Sabri, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Andi Hadijah Iriani, Lurah Buloa Iraman. Bahkan Iraman sebelumnya membenarkan jika lahan tersebut disewakan untuk jalan masuk ke proyek Makassar New Port.

Selain tiga pejabat pemerintahan tersebut, kejaksaan juga telah memeriksa beberapa orang yang mengklaim lahan tersebut miliknya. Mereka adalah Rusdin dan Andi Jayanti Ramli yang diduga mendapatkan uang sewa lahan tersebut senilai Rp500 juta dari PT Pembangunan Perumahan (PP) selaku pemenang tender.

Selain pemilik lahan, kejaksaan juga memeriksa Soedirjo Aliman alisa Jen Tang yang diduga mengetahui seluk beluk lahan tersebut. (***)


div>