SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

Kasus Lapangan Futsal Mandek, DPD LIRA Nilai Kejati Bantaeng Tumpul

Reporter:

Jejeth

Editor:

Lukman

Kamis , 12 Juli 2018 22:00
Kasus Lapangan Futsal Mandek, DPD LIRA Nilai Kejati Bantaeng Tumpul

DPD LIRA Bantaeng, Yusdanar menunjukkan desain gambar lapangan futsal.

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) menilai Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bantaeng tumpul dalam menyelesaikan kasus korupsi.

“Kinerja Kejati Kabupaten Bantaeng sangat lambat. Kenapa saya katakan lambat, ketika Kejari mengganti koordinator tim penyelidikan kasus lapangan futsal namun sampai saat ini tidak ada progres,” jelas Ketua DPD Pemuda LIRA Bantaeng, Andi Yusdanar, Kamis (12/7).

Bagi dia, Kasus Lapangan Futsal menimbulkan pertanyaan dari penyelidikan mau ditingkatkan ke tingkat penyidikan teramat susah. Sementara fakta di lapangan dengan hasil hanya pondasi sangatlah lucu ketika pekerjaan pokok (kontrak yang ditanda tangani) sudah jelas adalah sebuah bangunan lapangan futsal Contract Change Order (CCO) lebih besar dari pekerjaan konrak yang hanya menghasilkan sebuah pondasi.

“Sementara merujuk hasil pemeriksaan BPK RI yang mana BPK RI memeriksa terjadi dua kali pencairan di tahun 2017, hasil pemeriksaan tersebut menghasilkan kelebihan pembayaran sebesar puluhan juta. Akan tetapi fakta lapangan pada proyek lapangan futsal itu ada pencairan di tahun 2018 sebanyak 172 juta dan ini tidak masuk obyek pemeriksaan BPK kemarin (tahun 2017),” tambahnya.

Lebih lanjut, bagi dia dengan fakta – fakta ini, harusnya kejaksaan menempatkan kasus lapangan futsal dari penyelidikan ke penyidikan karena telah merugikan negara ratusan juta.

“Kami mengimbau kepada Kejari beserta jajarannya jangan menjadi tumpul dalam menangani kasus lapangan futsal. Ini bentuk ketidak seriusan Kejati dalam kasus ini karena telah menerima dana hibah sebesar Rp2,1 Miliar, ataukah ada oknum jaksa yang masuk angin,” tutupnya. (*)


div>